Pelayanan Pajak RI Terbaik Versi Bank Dunia

Pelayanan Pajak RI Terbaik Versi Bank Dunia

- detikFinance
Rabu, 16 Nov 2005 13:57 WIB
Jakarta - Sungguh mengejutkan! Meski banyak dikeluhkan karena buruknya pelayanan, namun ternyata berdasarkan survei yang dilakukan Bank Dunia, pelayanan pajak Indonesia merupakan yang terbaik dari 23 negara.Untuk urusan sogok menyogok pajak, dari 43 negara yang disurvei Bank Dunia, Indonesia menempati urutan ke-9. Survei Bank Dunia itu merupakan bagian dari laporan Bank Dunia No. 31708 yang dipublikasikan tanggal 24 Februari 2005.Hasil survei itu dengan bangga disajikan oleh Menkeu Jusuf Anwar dalam rapat dengar pendapat mengenai RUU Perpajakan dengan DPD di Gedung Nusantara IV, Kompleks DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Rabu (16/11/2005)."Itu dibaca dong sebelum ada komentar. Jadi jangan diambil yang buruknya saja, kenapa kita harus memperburuk muka sendiri kalau orang lain mengatakan bagus. Yang saya sampaikan di sini is the truth and nothing but the truth," ujar Jusuf dengan yakin.Ia menegaskan, dirinya tidak berbohong mengenai survei ini mengingat pajak adalah masalah krusial karena peranan straegisnya dalam pembangunan negara.Untuk meyakinkan anggota DPD, Dirjen Pajak Hadi Poernomo pun membagikan hasil survei Bank Dunia itu kepada para anggota DPD.Dalam hal pajak terutang, dari hasil survei 154 negara, Indonesia menempati peringkat 53. Untuk tarif pajak, dari 51 negara, Indonesia menempati peringkat ke-17. "Itu bagus, tapi belum puas. Maunya sih semuanya nomor satu. Insya Allah, tapi kita harus menjadi trendsetter," ujar Jusuf.Namun menurut Jusuf, Indonesia menempati peringkat yang kurang baik dalam hal waktu pengajuan pajak. Dari 155 negara, Indonesia menduduki peringkat ke 118 yakni 560 jam. Bank Dunia menilai, sistem perpajakan Indonesia sudah modern terutama di bidang pajak penghasilan (PPh) dan pajak pertambahan nilai (PPN). "Kita sedang membangun large tax office (LTO) dan medium tax office (MTO). Di situ peringkat yang dimilikinya sangat canggih yang dibantu oleh IMF. Jadi kalau kita berprestasi akui saja. Kalau kita buruk pun akui saja," ujar Jusuf. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads