Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Nov 2019 10:22 WIB

Harganya Lagi Turun Naik, Emas Masih Cocok Jadi Investasi?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: REUTERS Foto: REUTERS
Jakarta - Harga emas logam mulia di Aneka Tambang tercatat Rp 748.000 per gram. Menurun sebanyak Rp 3.000 dibandingkan perdagangan kemarin.

Pergerakan harga emas beberapa minggu terakhir memang sangat cepat. Hal ini disebut terjadi karena kondisi perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China yang belum reda.

Jika harganya terus bergerak naik turun, apakah emas masih cocok sebagai instrumen investasi?

Perencana keuangan dari Mitra Rencana Edukasi, Andy Nugroho mengungkapkan emas merupakan salah satu instrumen investasi yang bisa dimiliki oleh masyarakat.


Namun yang harus diperhatikan adalah investasi emas untuk jangka panjang. "Begini, ketika harganya turun, bukan berarti dia akan terus turun sampai jatuh sekali. Kan dalam jangka waktu di atas 3 tahun harga emas akan terus naik," kata Andy saat dihubungi detikcom, Jumat (22/11/2019).

Dia mengungkapkan, memang beberapa waktu terakhir sempat terjadi penurunan harga yang drastis. Menurut dia, ke depan harga emas masih akan terus mengalami kenaikan karena emas merupakan salah satu instrumen investasi yang cukup aman.

"Jadi kalau punya investasi emas dan tidak ada kebutuhan mendesak jangan panik dan buru-buru dijual. Kemungkinan bouncing (harga naik) itu pasti akan terjadi," imbuh Andy.



Menurut dia, dalam investasi di emas logam mulia sama seperti investasi lain. Membutuhkan kesabaran, karena pada dasarnya setiap investasi membutuhkan proses dan tak bisa instan.

Mengutip goldprice.org harga emas dunia tercatat US$ 1.464,5 per ounce. Kemudian US$ 47,09 per gram dan US$ 47.086 per kilogram.




Simak Video "Imbas Perang Dagang AS-China, Harga Emas Antam Melambung Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com