Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 22 Nov 2019 14:20 WIB

Gaji Stafsus Presiden Rp 51 Juta, Nggak Ada Apa-apanya dari Bos BUMN

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Andhika Prasetya/detikcom Foto: Andhika Prasetya/detikcom
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memilih 7 staf khusus. Semuanya berasal dari kaum milenial.

Staf khusus presiden bisa dibilang sebagai profesi yang cukup mentereng. Pemasukan dari profesi ini pun juga menggiurkan.

Berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 144 Tahun 2015 hak keuangan yang diterima stafsus presiden mencapai Rp 51 juta. Hak keuangan sendiri terdiri dari gaji dasar, tunjangan kinerja, dan pajak penghasilan.


Tapi jika dibandingkan dengan profesi sebagai direksi BUMN, angka itu tidak ada apa-apanya. Bos-bos BUMN mendapatkan gaji berkali-kali lipat dari yang diterima stafsus presiden.

Gaji direksi BUMN sendiri bisa dilihay dari laporan keuangan. Dari situ terlihat beban remunerasi direksi BUMN. Nilai remunerasi sendiri ialah total perolehan gaji dan tunjangan, tantiem dan bonus, serta imbalan kerja jangka panjang.

Berdasarkan laporan keuangan interim Juni 2019, direksi BUMN perbankan menduduki posisi teratas remunerasi per bulan dengan rata-rata satu orang hampir Rp 6 miliar.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) mencatatkan total beban remunerasi atas 12 orang dewan direksi mencapai Rp 428,37 miliar. Jika dihitung rata-rata per orang, maka tiap bulan satu dewan direksi mampu mengantongi Rp 5,95 miliar.


Remunerasi tertinggi selanjutnya dipegang direksi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) dengan nilai masing-masing per bulan/orang yakni Rp 5,07 miliar dan Rp 4,23 miliar.

Lebih lanjut, perolehan manfaat moneter terkecil saja mencapai ratusan juta rupiah, di mana mayoritas dicatatkan oleh perusahaan BUMN yang bergerak di bidang konstruksi dan infrastruktur, seperti PT PP (Persero) Tbk (PTPP), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR).

Dalam sebulan, direksi PTPP mengantongi remunerasi sebesar Rp 185,5 juta. Sedangkan untuk direksi ADHI dan SMBR masing-masing membukukan beban remunerasi per orang tiap bulan senilai Rp 210,07 juta dan Rp 263,72 juta.

Simak Video "Kritik Fadli Zon Soal Stafsus Milenial Jokowi: Cuma Pajangan"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com