Harga Minyak Dunia Terus Turun, Harga BBM Tak Ikut Turun
Rabu, 16 Nov 2005 14:40 WIB
Jakarta -
Harga minyak mentah dunia kini sudah surut ke level US$ 57 per barel. Namun masyarakat tampaknya tak bisa bermimpi harga BBM akan turun. Pemerintah menilai, tak ada hubungan langsung antara penurunan harga minyak dunia dengan penurunan harga BBM.Hal tersebut disampaikan Meneg PPN/Kepala Bappenas Sri Mulyani Indrawati usai mendampingi wapres membuka seminar peningkatan dan iklim investasi Indonesia di Hotel Shangri La, Jakarta, Rabu (16/11/2005)."Tidak ada hubungan yang direct one on one yang simpel antara harga internasional dengan dalam negeri karena pemerintah memang tidak melepas dengan harga pasar," tegas Sri Mulyani.Padahal Presiden SBY sebelumnya berkali-kali menegaskan bahwa himpitan tingginya harga minyak dunia menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM lebih dari 100 persen pada 1 Oktober.Sri Mulyani menjelaskan, perubahan harga BBM dalam negeri memang diatur dalam Perpres yang dikeluarkan 1 Oktober lalu. Namun harga eceran BBM ditentukan dari banyak sisi seperti beban subsidi dan beban masyarakat. Oleh karena itu, kata Sri Mulyani, dalam penentuan harga Menteri ESDM harus berkonsultasi dahulu dengan menteri-menteri terkait. "Apakah harga akan turun, tetap atau naik tergantung dari situasi yang akan dibahas," tegas Sri Mulyani.Harga minyak mentah dunia kini surut ke level US$ 57 per barel setelah sempat menembus level tertingginya sepanjang sejarah yakni 70,85/barel pada 29 Agustus.Namun seiring pulihnya kilang-kilang AS usai dihantam badai, harga minyak dunia terus turun. Di tambah suplai yang membaik dan permintaan yang turun, kini harga minyak dunia bertahan di level US$ 57 per barel.
(qom/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































