Ekonomi RI 2006 Bisa Lebih Baik

Ekonomi RI 2006 Bisa Lebih Baik

- detikFinance
Rabu, 16 Nov 2005 15:28 WIB
Jakarta - Pertumbuhan ekonomi tahun 2006 bisa lebih baik dari tahun 2005. Hal itu dengan perkiraan selepas kuartal I-2006, dampak kenaikan harga BBM akan mulai hilang dan mengakibatkan inflasi dan suku bunga turun.Demikian disampaikan Chief Economist Bank Mandiri Martin Panggabean saat menyampaikan Leading Economic Indicator di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (16/11/2005)."Ekonomi Indonesia pada tahun 2006 bisa lebih baik dari tahun 2005, asal dampak inflasi bisa hilang dalam 2-4 bulan ke depan, dan suku bunga turun pada paruh pertama tahun 2006," urai Martin.Namun core inflasi pada tahun 2006 juga masih meningkat. Untuk itu, menurut Martin, ada dua kemungkinan yang terjadi, yakni jika BI tetap mempertahankan SBI pada 12,25-12,5 persen, maka akan terjadi spread negatif, karena inflasi melampaui SBI sehingga memukul nilai tukar rupiah.Kedua, kalau BI menaikkan SBI di tingkat 13-13,5 persen, maka kondisi akan relatif masih stabil karena di atas angka inflasi."Idealnya SBI ke depan sekitar 13 persen, dengan inflasi 7-8 persen. Karena pada kuartal I dampak inflasi mulai turun dan suku bunga mulai menurun," ujar Martin.Sementara faktor eksternalnya antara lain ekonomi negara maju sudah tidak terlalu berpengaruh, sehingga potensi ekspor ke depan masih tinggi.Untuk PDB pada kuartal IV-2005, Martin memperkirakan sebesar 4-4,5 persen. Hal ini akibat faktor musiman, antara lain musim penghujan yang mengakibatkan sektor konstruksi melambat, Lebaran yang banyak libur dan inflasi yang masih besar secara month on month.Martin memperkirakan PDB tahun 2006 bisa mencapai sekitar 5 persen. "Ini angka pesimis karena current economic indicator sejak tahun 2003 sudah lepas dari krisis dan cenderung terus naik meski belakangan mendatar," kata Martin. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads