Tak Ikut Tender Bersama, PTPN XI Malah Dapat Gula Murah

Tak Ikut Tender Bersama, PTPN XI Malah Dapat Gula Murah

- detikFinance
Rabu, 16 Nov 2005 16:43 WIB
Jakarta - PTPN XI yang tidak mengikuti tender bersama yang dilakukan PTPN IX, PTPN X dan PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) malah berhasil mendapatkan harga gula yang kompetitif alias murah.PTPN XI berhasil menuntaskan tender keseluruhan kuota izin impor sebanyak 53.500 ton yang dimenangkan oleh Wee Thiong sebanyak 12.000 ton, Noble Resources sebanyak 12.000 ton dan Kwee Gie sebanyak 29.500 ton dengan harga dibawah tender bersama 3 importir terdaftar.Hal tersebut disampaikan Corporate Secretary PTPN XI, Adig Suwandi usai melaksanakan tender impor gula untuk PTPN XI di kantor pemasaran bersama PTPN, Jl. Cut Mutia, Jakarta, Rabu (16/11/2005).Menurut Adig, dengan tidak mengikuti tender impor bersama yaitu PTPN IX, PTPN X dan RNI, pihaknya justru mendapat harga lebih kompetitif."Contohnya pengiriman gula dengan kadatangan Januari 2006 umumnya US$ 367 per ton, sementara PTPN XI berhasil mendapatkan US$ 365 per ton," kata Adig.Ditanya alasan tidak mengikuti tender bersama, Adig mengatakan bahwa tidak ada perbedaan fundamental antara ikut dan tidak. Menurutnya yang dilakukan 3 importir terdaftar (IT) tersebut pada dasarnya bukan tender bersama tetapi tender sendiri-sendiri, sementara otoritas tetap ada pada masing-masing."Bahkan bisa disebut kartel apabila ketiga BUMN itu sepakat membentuk harga, " kata Adig.Adig menjelaskan 53.500 ton impor gula itu rinciannya adalah 30.500 ton tujuan pelabuhan Surabaya dengan waktu kedatangan 15 Desember 2005 oleh Wee Thiong sebanyak 12 ribu ton asal gula Thailand dengan harga US$ 367.5 per ton, Noble Resources sebanyak 12.000 ton asal Cina harga US$ 367.5 per ton dan Kwee Gie sebanyak 6.500 gula dari Thailand dengan harga US$ 367 per ton.Untuk luar Jawa sejumlah 23.000 ton dengan rincian Aceh 4.000 ton, Medan 10.000 ton, Pontianak 4.000 ton dan Makasar 5.000 ton yang semuanya dimenangkan Kwee Gie dengan harga US$ 365 per ton dan waktu kedatangan sebelum 20 Januari 2006. Rencananya gula itu akan didatangkan dari Thailand, Taiwan atau India. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads