Tiba di Kementerian BUMN, Ahok Sah Jadi Komut Pertamina Hari Ini

Trio Hamdani - detikFinance
Senin, 25 Nov 2019 09:44 WIB
Foto: Trio Hamdani
Jakarta - PT Pertamina (Persero) hari ini menggelar Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat.

RUPS digelar dalam rangka pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Komisaris Utama (Komut) PT Pertamina (Persero). Ahok tiba di Kementerian BUMN sekitar pukul 9.20 WIB.

"(Penyerahan Surat Keputusan/SK) hari ini, hari ini. Jadi saya diminta datang untuk terima SK. Untuk selanjutnya saya nggak tahu," kata Ahok setiba di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.

Selain itu, Budi Gunadi Sadikin juga akan diangkat sebagai Wakil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero). Budi Sadikin saat ini juga menjabat sebagai Wakil Menteri BUMN.

Akan dilakukan juga pengangkatan dewan direksi baru, yaitu Direktur Utama Telkomsel Emma Sri Martini yang diangkat menjadi Direktur Keuangan Pertamina.



Sebagai informasi, RUPS PT Pertamina (Persero) memang sudah direncanakan akan digelar hari ini (25/11/2019). Agenda rapat itu ialah perubahan dewan komisaris dan direksi perusahaan.

"RUPS akan dilakukan hari Senin untuk Pertamina," kata Staf Khusus Menteri BUMN Bidang Komunikasi Publik Arya Sinulingga di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Pasca dilantik, Ahok dan Budi Sadikin punya dua pekerja rumah (PR) yang menanti untuk dibenahi, yaitu mengurangi impor migas dan menggenjot pembangunan kilang minyak (refinery).

"Kalau kenapa Pak Basuki di Pertamina apalagi didampingi Pak Wamen juga, saya rasa bagian terpenting bagaimana target-target Pertamina, bagaimana mengurangi impor migas harus tercapai ya, bukan berarti anti impor tapi mengurangi," kata dia di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2019).

Untuk mewujudkan hal tersebut, yang menjadi tantangan adalah pembangunan kilang minyak. Sosok Ahok sebagai 'pendobrak' diharapkan bisa memecahkan masalah tersebut.

"Nah proses-proses daripada pembangunan refinery ini sangat amat berat. Jadi saya perlu teamwork yang besar, tidak bisa hanya dirut saja. Harus bagi tugas semua. Nah karena itu lah kemarin kenapa kita juga mau orang yang pendobrak," ujarnya.



Simak Video "Nusron Wahid ke Erick Thohir: Dana 1.800 Pensiunan PTPN Belum Dibayar!"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)