Soal Kompensasi, Keluarga Korban Lion Air JT610 Minta Menhub Turun Tangan

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 25 Nov 2019 23:01 WIB
Menhub Budi Karya Sumadi/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Keluarga korban kecelakaan pesawat Lion Air JT610 meminta Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bisa memfasilitasi pertemuan untuk mengambil kompensasi. Permintaan ini disampaikan karena ada klausul dalam dokumen pemberian kompensasi yaitu tidak boleh mengajukan tuntutan.

Pihak keluarga korban berharap Menhub bisa ikut membantu.

"Kami keluarga korban mau tanya, kapan Menhub bisa memfasilitasi untuk mempertemukan kami ke Lion Air untuk mengambil ganti kerugian sesuai Permenhub no 77 tahun 2011?" ucap Anton Suhadi dari Persatuan Keluarga Korban JT610 Family, kepada detikcom, Senin (25/11/2019).


Sebelumnya saat rapat dengan Komisi V DPR, Senin (25/11), Menhub menjelaskan banyak ahli waris yang menolak menandatangani dokumen release and discharge (R&D) dari Lion Air. Menurutnya ahli waris khawatir usai menandatangani dokumen tersebut tidak bisa lagi melakukan tuntutan lanjutan terhadap Lion Air maupun Boeing.

"Ada dispute mereka (ahli waris) tidak mau terima (kompensasi) karena ada perjanjian tidak boleh lakukan tuntutan lanjutan. Kami jelaskan ke ahli waris, klaim tuntutan itu tetap bisa dilakukan, orang yang sudah menerima bisa melakukan klaim itu," kata Budi Karya

Budi berjanji pemerintah akan terus melakukan pendampingan kepada ahli waris. Meskipun, menurutnya hal ini sudah menjadi urusan perdata antara Lion Air, Boeing, dan ahli waris.

"Kami minta ahli waris tanda tangan saja. Secara informal kami akan lakukan pendampingan kepada ahli waris, kami akan dukung mereka, meskipun secara perdata ini sudah hubungan korban dengan Boeing dan Lion," tutur mantan Dirut PT AP II itu.


Cuma, menurut Anton, pihak Kemenhub pernah memfasilitasi pertemuan dengan Lion Air, tapi belum membuahkan hasil.

"Pernah sekali sudah lama. Tapi itu juga tidak mendapatkan hasil apa-apa," imbuh Anton.

Simak Video "Lion Air Group Bantah Isu Bakal Berhenti Beroperasi"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)