Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 27 Nov 2019 06:58 WIB

Pak Jokowi, Ini Biang Kerok Pertumbuhan Ekonomi RI Mentok 5%

Danang Sugianto - detikFinance
Halaman 1 dari 3
Foto: Rifkianto Nugroho Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta - Pertumbuhan Indonesia belakangan cenderung melambat dan stagnan di level 5%. Padahal pemerintahan di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) sempat menargetkan pertumbuhan ekonomi bisa mencapai 7%.

Data terakhir pada kuartal III-2019 pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,02%. Saat itu pertumbuhan investasi hanya 4,21% secara tahunan. Angka itu lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu yang tumbuh sebesar 6,29%.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai pertumbuhan ekonomi yang monoton dikarenakan kinerja investasi yang mengecewakan.

"Kami sebenarnya bisa, tapi investasi seharusnya bisa tumbuh hingga double digit," tuturnya dalam seminar Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) di Grand Hyatt, Jakarta Pusat, Selasa (26/11/2019).

Sri Mulyani mengakui hal itu menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah dalam waktu dekat. Beberapa upaya pun tengah dilakukan seperti memangkas perizinan dengan berbagai regulasi.

"Simplifikasi kebijakan di kementerian dan lainnya, Pemda dan pemerintah pusat, terus kita perbaiki," jelasnya.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan Undang-undang (UU) Omnibus Law. UU ini merupakan sapu jagat yang merevisi banyak aturan yang dianggap menghambat dan saling berbenturan.

"Sebelum akhir tahun ini Omnibus Law ini bisa kami serahkan ke DPR," tutupnya.

Lanjut ke halaman berikutnya >>> (das/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com