Industri Tekstil Tolak Program Dayamax PLN

Industri Tekstil Tolak Program Dayamax PLN

- detikFinance
Kamis, 17 Nov 2005 10:26 WIB
Jakarta - Pengusaha tekstil dan serat sintetis menolak pemberlakuan Program Dayamax PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) karena telah mengakibatkan kenaikan biaya listrik 15-25 persen dan biaya produksi 8 persen.Program Dayamax PLN yang diberlakukan sejak bulan lalu, dibuat PLN untuk memberi insentif pada perusahaan agar memindahkan pemakaian pada Waktu Beban Puncak (WBP) antara pukul 17.00-22.00 WIB ke Luar Waktu Beban Puncak (LWBP). PLN juga akan memberikan denda jika perusahaan-perusahaan ini memakai listrik di atas 50 persen dari kebutuhan rata-rata per bulan.Program ini ditolak pabrik tekstil dan serat sintetis karena pabrik ini beroperasi 24 jam, sehingga tidak mungkin mengalihkan penggunaan listriknya diluar waktu beban puncak.Pengusaha tekstil meminta Program Dayamax dicabut dengan mengupayakan jalur damai yang difasilitasi Departemen Perindustrian (Depperin) yang telah menyiapkan surat untuk pertemuan kedua belah pihak awal minggu depan.Demikian diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Produsen Synthetic Fiber Indonesia, Kustarjono Projolalito kepada detikcom, Jakarta, Kamis (17/1/2005)."Kita belum pernah menyetujui adanya Program Dayamax, dalam surat perjanjian jual beli tenaga listrik antara kami dengan PLN tidak mengatur Program Dayamax, untuk itu harus ada kesepakatan," kata Kustarjono.Menurutnya, bila PLN ngotot dengan Program Dayamax ini, maka industri tekstil dan serat sintetis terancam gulung tikar. Pasalnya, industri tidak bisa menjual produksinya mengingat dengan harga jual serat sintetis 1,45 sen dolar AS per kilogram saat ini, ditambah kenaikan biaya listrik akan membuat harga menjadi mahal dan tidak kompetitif.Dijelaskan Kustarjono, pada Senin lalu (14/11/2005), pihak asosiasi atas nama sekitar 70 perusahaan tekstil dan serat sintetis yang berada di Jakarta dan Jawa Barat, telah melayangkan surat somasi ke PLN. Permintaannya adalah pencabutan Program Dayamax dengan waktu jawab sampai 20 November 2005."Saya yakin PLN akan merespon dengan baik serta bersedia berkompromi dengan kami sebagai pelanggannya," ujar Kustarjono. (ir/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads