Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 29 Nov 2019 10:34 WIB

Laporan dari London

Menhub Mau Naik Angkutan Umum di Jakarta Cuma Pakai 1 Kartu

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi/Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi/Foto: Eduardo Simorangkir/detikcom
London - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi semringah saat menjajal kereta bawah tanah di London. Budi Karya ingin pembayaran seluruh transportasi umum di Jakarta bisa terintegrasi dalam satu kartu seperti di London, sehingga masyarakat dimudahkan dalam menggunakan angkutan umum.

"Ini ada satu kartu yang namanya Oyster. Satu kartu yg bisa digunakan untuk semua moda. Dari sepeda, kapal sampai MRT, dan bus," kata Budi saat dijumpai di sela kegiatannya pada acara sidang assembly IMO ke-31 di London, Inggris, Rabu (27/11/2019).

Oyster merupakan kartu pintar atau uang elektronik berwarna biru berbahan plastik yang sangat populer di London. Kartu tersebut bisa digunakan untuk membayar ongkos transportasi umum.


Kartu ini bisa digunakan untuk melakukan perjalanan keliling London sepuasnya tanpa harus selalu membeli single tiket melalui mesin. Harganya dipatok sebesar £8 atau sekitar Rp 144.000 (kurs Rp 18.000) untuk bisa digunakan seharian penuh.

"Masyarakat bisa menggunakan ini seenak hati, batasnya 8 pounds. Dia seharian bisa ke mana-mana. Artinya makin orang itu produktif makin dihargai dengan harga pack tertentu. Jadi mereka bisa keliling London dari ujung ke ujung," kata Budi.


Dengan harga tersebut, penumpang bisa menjajal berbagai macam transportasi umum di London mulai dari sepeda hingga kereta bawah tanah. Harga ongkos semua jasa transportasi yang ada di London pun akan jauh lebih hemat dan efektif dibandingkan harus membeli single tiket setiap akan melakukan perjalanan.

"Nah Jakarta kiranya akan melakukan itu. Kementerian BUMN sudah bertemu dengan Pemda Jakarta untuk mengintegrasikan yang namanya MRT, LRT, kereta bandara, dan bus-bus di Jakarta," katanya.

"Kalau semua bisa jadi satu, maka di tahun mendatang angkutan massal di Jakarta akan baik. Kalau baik, maka nggak akan macet. Lebih penting lagi isu lingkungan, bahwa Jakarta kota yang hijau. Saya harap kita punya motivasi untuk mengembangkan Jakarta, Surabaya, dan kota-kota lain menjadi basis angkutan massal. Semoga kita berhasil," ungkapnya.

Simak Video "Pembebasan Lahan Proyek KA Makassar-Parepare Segmen 3 Digeber!"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com