Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 29 Nov 2019 12:23 WIB

Laporan dari London

Bikin Stres, Jangan Bawa Mobil di London!

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Foto: Suasana Kota London (Eduardo Simorangkir/detikFinance)
London - "Di sini hak pejalan kaki itu nomor satu, Pak. Kalau mobil melanggar sedikit saja aturan lalu lintas di sini, itu bisa dilaporkan ke polisi dan hukumannya berat," ujar salah seorang warga negara Indonesia bernama Dahlan yang saya temui di London.

Dahlan sudah 16 tahun tinggal di ibu kota negara kerajaaan Ratu Elizabeth tersebut. Dia bekerja sebagai salah satu penyedia jasa tour and travel di London.

Perjalanan dari Bandara Heathraw London menuju pusat kota saat itu lumayan lama ditempuh lantaran lalu lintas kendaraan cukup padat. Lalu lintas di jalanan sendiri tidak padat-padat amat, namun semua kendaraan sangat tertib berkendara dan mematuhi seluruh rambu lalu lintas yang ada.


Jangan bayangkan seperti Jakarta, di mana seluruh ruang jalan yang masih kosong adalah 'halal' untuk ditempuh. Di London, aturan berkendara sangat tegas dan keselamatan pejalan kaki dinomorsatukan.

Sekecil atau sesepi apapun jalanan yang akan dilintasi, menaati peraturan lalu lintas wajib hukumnya. Sebuah studi yang dilakukan Yayasan RAC, sebuah badan penelitian kebijakan transportasi di Inggris, bahkan menyebutkan terdapat 12 juta tilang yang dikeluarkan pihak berwajib setiap tahun. Itu artinya setiap 2,5 detik seorang pengendara mobil di Inggris melanggar peraturan lalu lintas dan terkena tilang.

"Di London, mobil itu keluaran tahun tinggi semua. Lima tahun, itu mobil bahkan sudah dihancurkan lagi," kata Dahlan.


Di pusat kota London, pemerintahnya mencoba mencari segala cara untuk membuat berkendara dengan mobil menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Mengutip Business Insider, London bahkan dinobatkan menjadi 1 dari 15 kota di Eropa dengan kemacetan terparah. Meski jika membandingkannya dengan Jakarta tentu sangat jauh berbeda.

London yang macet membuat orang lebih nyaman berjalan kaki, menggunakan transportasi umum, dan bersepeda karena lebih cepat.

Tak cuma diintervensi lewat kondisi tersebut, London juga mematok tarif parkir cukup mahal. Tarif parkir seharian di pusat kota London bisa mencapai £15-30 (Rp 300-600 ribuan).

Belum lagi ada congestion charge yang diterapkan lewat mekanisme electronic road price (ERP). Sementara dengan transportasi umum, tarif kereta bawah di London tidak akan pernah lebih dari £13 sehari untuk jarak jauh sekalipun.

"Itu ERP sehari saja bisa sampai £24 kenanya. Jalan buat mobil dikecilin, diambil buat pedesterian dan jalur sepeda," kata Dahlan.

Simak Video "Mata Langit: Sunyi Sepi London Dilihat dari Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com