Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 29 Nov 2019 12:43 WIB

Awal Mula Jokowi Pangkas Eselon III dan IV hingga Diganti Robot

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Jokowi (Dok. Kris-Biro Pers Sekretariat Presiden_ Foto: Jokowi (Dok. Kris-Biro Pers Sekretariat Presiden_
Jakarta - Wacana pemangkasan atau penyederhanaan pejabat eselon di lingkungan kementerian dan lembaga muncul pertama kalinya pada saat Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri sidang paripurna MPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta Selatan (20/10/2019).

Pada saat berpidato, Jokowi menyampaikan beberapa program prioritas pemerintah selama lima tahun ke depan. Salah saru programnya adalah memangkas rantai birokrasi. Cara yang diambil dengan menyederhanakan eselonisasi.

"Penyederhanaan birokrasi harus terus kita lakukan besar-besaran. Investasi untuk penciptaan lapangan kerja harus diprioritaskan," kata Jokowi pada saat itu.


Setelah menyampaikan itu, Jokowi pun langsung menindaklanjuti melalui rapat terbatas (ratas) bersama menteri kabinet Indonesia Maju. Pada saat itu ratas mengenai program cipta lapangan kerja, Jokowi meminta langsung kepada Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo untuk melaksanakan pemangkasan jabatan eselon IV terlebih dahulu. Saat ini terdapat eselon I, eselon II, eselon III, dan eselon IV.

"Saya kira di Kementerian PAN-RB sudah menyiapkan yang nanti akan memangkas pertama mungkin eselon IV terlebih dahulu di tiap kementerian meskipun ini juga harus dilihat secara cermat kajiannya," kata Jokowi di kantor Presiden, Jakarta, Senin (11/11/2019).

Jokowi juga meminta adanya perubahan pola pikir para aparatur sipil negera (ASN) dalam melaksanakan reformasi birokrasi. Pola pikir yang harus diterapkan para abdi negara adalah melayani dan hasil, bukan lagi ingin dilayani dan menerapkan prosedural.

Setelah diminta oleh Jokowi, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo pun langsung menindaklanjuti sebagai kementerian yang pertama kali menjalankan amanat orang nomor satu di Indonesia ini.

"KemenPAN-RB strategis, karena kita miliki amanat saat pelantikan presiden, adalah masalah eselonisasi yang harus disederhanakan. Kita mau pangkas dua dan digantikan jabatan fungsional, target saya eselonisasi itu paling lama setahun selesai," ungkap Tjahjo di kantornya, Jakarta, Rabu (30/10/2019).

"Saya mulai dari KemenPAN-RB, yang bulan ini eselon III dan IV dipangkas," sebutnya.


Meski jabatan eselon III dan IV akan hilang, Tjahjo memastikan bahwa pendapatan atau gaji yang selama ini didapat akan tetap sama atau tidak berkurang sepeser pun.

Wacana pemangkasan jabatan eselon III dan IV terus disampaikan oleh Jokowi pada saat menjadi pembicara kunci di beberapa acara. Bahkan, Eks Gubernur DKI Jakarta ini meminta jabatan eselon III dan IV digantikan oleh robot atau artificial intelligence (AI).

Jokowi melanjutkan, program pemangkasan pejabat eselon di kementerian dan lembaga dalam rangka reformasi birokrasi yang selama ini dibutuhkan oleh para pelaku usaha. Pasalnya, selama ini birokrasi menjadi salah satu kendala investasi masuk ke Indonesia.

"Saya sudah perintahkan juga ke Men-PAN (Tjahjo Kumolo) diganti dengan AI. Kalau diganti artificial intelligence, birokrasi kita lebih cepat. Saya yakin itu. Tapi sekali lagi, ini juga akan tergantung omnibus law ke DPR," jelas dia, Kamis (28/11/2019).

Simak Video "Jokowi Akan Ganti Eselon III dan IV dengan Robot"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com