Laporan dari London

Cerita 'Ajaib' BPK, Jadi Auditor Eksternal Pertama IMO dari ASEAN

Eduardo Simorangkir - detikFinance
Sabtu, 30 Nov 2019 13:45 WIB
Foto: Ari Saputra
London - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia terpilih menjadi auditor eksternal Organisasi Maritim Internasional/IMO (International Maritime Organization) periode 2020-2023. BPK RI mengungguli perolehan suara dari Inggris dan Italia yang divoting 142 delegasi negara anggota IMO.

Pada putaran pertama pemilihan, Indonesia berhasil mengungguli Italia dan Inggris dengan perolehan 64 suara. Selanjutnya, pada pemilihan putaran kedua Indonesia berhasil memperoleh suara mayoritas sebanyak 75 suara mengalahkan Inggris yang mendapat 64 suara.

"BPK jauh lebih menarik prosesnya, karena kita mulai dari posisi yang tidak terlalu optimis. Karena di atas kertas, 2-3 minggu lalu hanya belasan saja yang menyatakan dukungan. Tapi karena kerja sama yang solid, kita bisa meyakinkan," kata Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Rizal Sukma di London, Inggris, Jumat (29/11/2019).

Wakil Kepala BPK RI, Agus Joko Pramono mengatakan, BPK mulai mencalonkan diri menjadi auditor eksternal sejak Agustus 2019. Namun pemilihan yang menggunakan proses voting dari para anggota mengharuskan Indonesia harus promosi mengajak para anggota delegasi lainnya memilih Indonesia.

"Maka kami langsung koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Perhubungan. Proses itu yang belum terlalu lama, sekitar 6 minggu yang lalu," katanya dalam kesempatan yang sama.

Terpilihnya BPK sebagai auditor eksternal IMO pun menjadi kesempatan bagus bagi Indonesia untuk mendapatkan perhatian dunia internasional dalam menangani isu-isu maritim dunia. Kesempatan ini juga sekaligus akan dimanfaatkan BPK untuk mengadopsi best practice auditorisasi di IMO untuk dibawa ke Indonesia.


"BPK merupakan anggota pendiri asosiasi supreme audit institution di ASEAN. Dengan jadi auditor IMO, kita bisa tularkan ke ASEAN juga. Kita bisa bikin benchmark ke ASEAN seperti apa mengelola sektor kemaritiman," kata Agus.

Terpilihnya Indonesia sebagai auditor eksternal IMO menunjukan pengakuan dunia atas eksistensi Indonesia di sektor maritim Internasional. Ditambah lagi, Indonesia masih mempertahankan posisinya sebagai bagian dari 40 anggota Dewan IMO untuk 174 negara anggota.

"Saya melihat ini merupakan kepercayaan internasional yang semakin baik buat Indonesia khususnya sebagai negara maritim yang sedang melakukan berbagai reformasi di dalam negeri," kata Duta Besar Indonesia untuk Kerajaan Inggris Rizal Sukma.

"Intinya, saya yakin pendapat Indonesia akan semakin dipertimbangkan dalam menyampaikan gagasan. Khususnya mereka yang punya kepentingan di dunia maritim dan pelayaran. Jadi itu semacam suntikan darah segar baru dalam penguatan diplomasi Indonesia," tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengucapkan selamat kepada Delegasi Indonesia atas upaya serta pendekatan diplomatisnya. Menjadi anggota Dewan IMO Kategori C akan memberikan kesempatan bagi Indonesia untuk ikut serta dalam menentukan kebijakan-kebijakan IMO yang sangat berpengaruh pada dunia kemaritiman.

"Alhamdulillah, dengan menjadi anggota Dewan IMO kategori C, dan terpilih sebagai external audit ,kita manfaatkan kesempatan tersebut untuk melanjutkan pembangunan di sektor maritim Indonesia agar dapat memberikan kemaslahatan masyarakat banyak," katanya.



Simak Video "Defisit Rp 348,65 Triliun, Ini Rincian LKPP Tahun 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/fdl)