Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Des 2019 12:57 WIB

BPS Temukan Harga Rokok Sudah Naik di 50 Kota

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Detikcom/Rachman Haryanto Foto: Detikcom/Rachman Haryanto
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan kenaikan harga rokok sudah terjadi secara bertahap di 50 kota di Indonesia. Kenaikan harga ini sebagai antisipasi dari keputusan kenaikan cukai yang berlaku pada awal Januari 2020.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan rokok masuk dalam kelompok pengeluaran makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau yang tercatat inflasi sebesar 0,25% dengan andil 0,04%.

Di sana komoditas yang dominan memberikan andil kepada inflasi adalah rokok kretek dan rokok kretek filter, masing-masing 0,01%," kata Suhariyanto di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/12/2019).

Berdasarkan pemantauan BPS di 82 kota, kenaikan harga rokok secara bertahap sudah terjadi di 50 kota.

"Sejak beberapa bulan terakhir, rokok di level konsumen sudah naik pelan-pelan. Bulan lalu juga masing-masing sudah menyumbang 0,01%, makanya pedagang di bawah mengantisipasi rencana kenaikan rokok pada bulan Januari. Jadi sudah mulai naik pelan-pelan selama beberapa bulan terakhir," jelas dia.

Berdasarkan catatan BPS, pria yang akrab disapa Kecuk ini menuturkan kenaikan harga jual rokok terjadi di Sibolga.


"Kalau kita lihat pemantauan kita rokok kretek filter 0,70%. Naiknya pelan-pelan. Ini terjadi kenaikan di 50 kota. Kenaikan tertinggi di Sibolga. Kemudian di beberapa kota seperti Tegal, Madiun, Pontianak naik 2%. Jadi pedagang naikin tipis-tipis. Supaya nggak kaget," ungkap dia.

BPS mencatat bahwa inflasi pada November 2019 sebesar 0,14%, di mana penyebab utamanya adalah kenaikan harga pada kelompok bahan makanan seperti harga bawang merah, tomat sayur, daging ayam ras, telur ayam ras, dan beberapa sayur dan buah-buahan.

Lalu penyebab kedua disumbangkan oleh kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau. Dapat diketahui, mulai 1 Januari 2020 tarif cukai rokok akan naik rata-rata 21,56%, dengan kenaikan harga jual eceran (HJE) rokok rata-rata sebesar 35%. Keputusan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 152 tahun 2019 tentang tarif cukai hasil tembakau.

Kenaikan tarif cukai rokok terbesar yakni ada pada jenis rokok Sigaret Putih Mesin (SPM) yaitu sebesar 29,96%. Untuk cukai rokok jenis Sigaret Kretek Tangan Filter (SKTF) naik sebesar 25,42%, Sigaret Kretek Mesin (SKM) 23,49%, dan Sigaret Kretek Tangan (SKT) 12,84%.



Simak Video "Imbas Hiperinflasi, Warga Venezuela Beli BBM Pakai Rokok"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com