Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 02 Des 2019 22:00 WIB

Bicara Dana Abadi Jepang, Luhut Singgung Dibilang Calo

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan/Foto: Muhammad Ridho
Jakarta - Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengaku jengkel karena banyak yang mempertanyakan tugasnya menjaring investasi asing. Bahkan sampai menyebut dirinya calo.

Pernyataan ini disampaikan Luhut saat menjelaskan potensi dana abadi alias sovereign wealth fund (SWF) dari Jepang. Dia menyatakan dana sebesar US$ 10- US$ 20 miliar atau sekitar Rp 140 triliun-Rp 280 triliun (dalam kurs Rp 14.000/US$) dari negeri Samurai bisa masuk ke ke Indonesia.

"Kalau mereka sudah bisa sovereign wealth fund kan bisa US$ 10 atau 20 miliar, bisa begitu. Saya nggak tahu angkanya sampai gimana. Tapi jangan salah ngerti ini, nanti orang bilang lagi, Luhut kenapa ngurusin ginian, nanti saya dibilang calo lagi ini," tutur Luhut ditemui di Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Jakarta Pusat, Senin (2/12/2019).


Luhut menambahkan pekerjaannya memang mengundang dan menghubungkan investasi dari luar negeri masuk ke Indonesia. Bahkan hal tersebut jadi perintah langsung Presiden kepadanya.

"Ndak. Ini memang bidang saya. Itu perintah presiden supaya kita semua kumpul (Kemenkeu, Kemen-BUMN, dan Kemenlu). Karena menyangkut masalah hal yang perlu dibicarakan secara terpadu," ucap Luhut.



Simak Video "Komentari Penusukan Wiranto, Luhut Pandjaitan: Jangan Dibesar-Besarkan"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com