Pemerintah hingga Para Ahli Dunia Kumpul di Bali Bahas Ekonomi RI

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
Kamis, 05 Des 2019 10:14 WIB
Foto: Fadhly Fauzi Rachman
Badung - Sebagai negara dengan ekonomi yang tumbuh stagnan di kisaran 5%, Indonesia masih terus berusaha untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (middle income trap). Untuk itu, perlu upaya peningkatan produktivitas dan daya saing yang lebih tinggi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.

Hal ini dibahas secara khusus oleh pemerintah dan stakeholder terkait dalam acara Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) di Nusa Dua, Bali. Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan tersebut mengangkat tema Thriving Indonesia: Reinforcing Strategies to Boost Productivity and Increase Competitiveness.

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pemerintah berupaya untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas dengan menciptakan kebijakan-kebijakan yang sesuai.

"Jika kita lihat ekonomi Indonesia saat ini, hal utama yang perlu diperhatikan ialah daya saing dan produktivitas. Dalam 5 tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi kita di sekitar 5%, tahun ini 5,0% lagi. Kita harus kerja lebih keras," kata Suahasil dalam sambutannya di Inaya Putri Hotel, Nusa Dua, Kamis (5/12/2019).

Suahasil mengatakan, mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi penting dilakukan karena Indonesia berada di tengah fase perkembangannya untuk menghindari jebakan pendapatan menengah, serta untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat.

"Itulah mengapa kita harus mencari jalan untuk mendorong, dalam membawa inisiatif ini ke dalam diskusi. Kita ingin belajar secara langsung," katanya.



Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu Arif Baharudin mengatakan acara ini merupakan yang ke-9 digelar. Untuk tahun ini, kata Arif, pihaknya bakal menggelar diskusi dengan menghadirkan tiga pemengaruh atau influencer untuk berbagi pengalaman.

"Kita akan memasukkan diskusi ke dalam konteks ekonomi global. Untuk memperkuat kebijakan, dari aspirasi negara maju, kita juga mengundang 3 influencer yang akan berbagi pengalaman dan strategi menghadapi tantangan ekonomi ke depan," katanya.

AIFED sendiri menjadi forum tahunan Kementerian Keuangan yang menyatukan para pembuat kebijakan, akademisi, ekonom, dan sektor swasta untuk terlibat dalam diskusi tingkat tinggi tentang isu-isu utama pembangunan ekonomi. Tujuan utama forum ini adalah untuk mendapatkan wawasan yang akan membantu pemerintah Indonesia merumuskan kebijakan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.

Lewat forum ini, Kemenkeu ingin bertukar pandangan dan gagasan dengan berbagai pihak dalam mengidentifikasi tantangan, dan menyiapkan strategi kebijakan fiskal.

Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) Annual International Forum on Economic Development and Public Policy (AIFED) Foto: Fadhly Fauzi Rachman




Simak Video "Pemerintah Anggarkan Rp 5 Triliun Untuk Dana Bencana 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)