Erick Thohir Tunjuk Dirut Baru Garuda Januari 2020

Vadhia Lidyana - detikFinance
Sabtu, 07 Des 2019 16:00 WIB
Ilustrasi/Foto: Hasan Alhabshy
Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir bersama Dewan Komisaris PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk telah memberhentikan sementara para direktur yang terlibat dalam penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo.

Untuk mengisi jabatan yang kosong, Dewan Komisaris akan menunjuk pelaksana tugas (Plt). Adapun penunjukan pejabat direktur definitif dilakukan pada Januari 2020.

Sebagai perusahaan terbuka, dibutuhkan waktu 45 hari untuk menunjuk pejabat yang akan mengisi jajaran direksi yang kosong di Garuda. Masa tersebut terhitung sejak 9 Desember 2019 saat Dewan Komisaris Garuda akan menyampaikan surat permohonan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Jadi yang dilakukan sekarang pemberhentian sementara. Keputusan permanennya pada saat RUPSLB yang akan dilaksanakan 45 sejak kami menyampaikan surat permintaan ke OJK," kata Komisaris Utama (Komut) Garuda Indonesia Sahala Lumban Gaol di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Sabtu (7/12/2019).


Berdasarkan perhitungan detikcom, 45 hari yang dihitung sejak 9 Desember 2019, maka RUPSLB akan dilaksanakan pada akhir Januari 2020.

"Pengajuan surat ke OJK Senin (9/12). di Terhitung 45 hari setelah itu," tutur Sahala.

Untuk posisi Plt Dirut sendiri, Dewan Komisaris sudah menunjuk Fuad Rizal yang juga menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Sedangkan, Plt direktur lain yang kosong masih didiskusikan.

"Lagi dibahas, tapi posisi terbaik nanti sudah ada," ungkap Sahala.

Simak Video " Kata Erick Thohir Perihal Ferrari di Pesawat Garuda"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)