Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 08 Des 2019 14:17 WIB

Mengintip Aturan yang Bikin Bos Garuda Dipecat di Perkara Harley Ilegal

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: B737-Max 8 milik Garuda Indonesia/Herdi Alif Al Hikam Foto: B737-Max 8 milik Garuda Indonesia/Herdi Alif Al Hikam
Jakarta - Menteri BUMN Erick Thohir mencopot I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra dari jajaran direksi PT Garuda Indonesia. Pria yang akrab disapa Ari Askhara ini tidak lagi menjabat sebagai Direktur Utama.

Pengamat BUMN Said Didu mengatakan pencopotan tersebut sebagai bentuk konsekuensi karena melanggar prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau good corporate governance (GCG) perusahaan.

"Kaitannya dengan Dirut Garuda saya yakin betul GCG dilanggar, baik yang mengatur eksternal dan internal termasuk aturan penerbangan," kata Said Didu saat dihubungi detikcom, Jakarta, Minggu (8/12/2019).

GCG adalah struktur dan mekanisme yang mengatur pengelolaan perusahaan sehingga menghasilkan ekonomi jangka panjang atau berkesinambungan bagi para pemegang saham maupun pemangku kepentingan.


Setidaknya, terdapat enam prinsip GCG yang harus diterapkan di seluruh BUMN kita, yaitu transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, kemandirian, kewajaran, dan kepentingan.

Menurut Said Didu, tindakan yang dilakukan Ari Askhara karena menyelundupkan motor Harley Davidson dan 2 sepeda Brompton merupakan pelanggaran besar.

"Praktiknya di perusahaan tbk, seharusnya GCG sebagai aturan melakukan apapun sesuai prosedur baik internal maupun eksternal," jelas dia.

"Jadi intinya pelaksanaan seluruh aturan sesuai prosedur dan itu harus dilaksanakan secara konsisten," sambungnya.


Dapat diketahui, Ari dicopot karena kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton melalui pengiriman pesawat baru dari Toulouse, Prancis ke Bandara Soekarno Hatta.

Tidak hanya itu, Erick Thohir juga secara resmi memberhentikan sementara seluruh jajaran direksi yang terlibat dalam kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Airbus A330-900 Neo.

Apa saja sanksi yang bisa menimpa direksi bila melanggar GCG? Buka halaman selanjutnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com