Sederet Kebijakan 'Kejam' Ari Askhara saat Jadi Dirut Garuda

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 10 Des 2019 07:22 WIB
Foto: Dikhy Sasra
Jakarta - Puluhan karyawan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang tergabung dalam Ikatan Awak Kabin Garuda (Ikagi) mendatangi Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta Pusat kemarin (9/12/2019). Kedatangan mereka untuk menyampaikan kondisi perusahaan terutama saat dipimpin oleh Ari Askhara.

Ari sendiri baru saja dicopot dari jabatan sebagai Direktur Utama Garuda Indonesia karena terjerat skandal Harley Davidson.

Sekjen Ikagi Jacqueline Tuwanakotta mengatakan, kebijakan Ari saat menjadi Direktur Utama merugikan karyawan. Sebutnya, kebijakan itu seperti mutasi hingga larangan ikut terbang (grounded).

"Mereka takut, terancam, melakukan kesalahan sedikit langsung dipindahkan ke Papua, awak kabin yang harusnya pembinaan di-grounded, grounded itu nggak boleh terbang," katanya di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat.

Bukan hanya itu, kebijakan lain salah satunya adalah jam terbang yang melewati batas. Sebutnya, salah satunya ialah pramugari terbang pulang-pergi (PP) ke luar negeri.

Ada pramugari dipaksa terbang 18 Jam PP Jakarta-Melbourne.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4