Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 10 Des 2019 18:57 WIB

Lewat e-Commerce, 1.000 UMKM Bakal Ekspor Produk RI ke 5 Negara

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Vadhia Lidyana/detikcom
Jakarta - Kementerian Perdagangan (Kemendag) sore ini menandatangani perjanjian kerja sama dengan BukaLapak untuk menggaet 1.000 usaha kecil dan menengah (UKM) mengekspor produknya ke 5 negara di Asia.

Lima negara tersebut yakni Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Adapun produk-produk utama yang akan diekspor di antaranya pakaian khas Indonesia salah satunya batik, makanan dan minuman, kosmetik, produk berbahan dasar herbal, dan sebagainya.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, dengan kerja sama ini pihaknya akan memberikan pelatihan terhadap 1.000 UKM tersebut dalam pengembangan produknya dan bisa bersaing di pasar global.

"Melalui platform online dan diharapkan dapat membantu ekonomi Indonesia di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi global yang terjadi saat ini. Selain itu, diharapkan juga dengan program ini Indonesia mampu merebut pasar ekspor global," kata Agus di kantornya, Jakarta, Selasa (10/12/2019).


Dalam kesempatan yang sama, Presiden dan Co-Founder BukaLapak Fajrin Rasyid memaparkan, ekspor tersebut dapat dilakukan melalui fitur di marketplace tersebut yakni BukaGlobal. Nantinya, masyarakat di 5 negara tersebut dapat membeli produk dari Indonesia melalui fitur itu.

"Inisiatif BukaGlobal ini baru dilakukan tahun 2019, di mana sekarang kalau sebelumnya masyarakat Indonesia saja yang bisa akses BukaLapak, maka dengan fitur BukaGlobal masyarakat di 5 negara tadi bisa akses produk-produk dari Indonesia," terang Fajrin.

Untuk pelatihannya sendiri, Kemendag dan BukaLapak akan memberikan materi-materi seperti pemasaran yang baik, kemasan yang bagus untuk sebuah produk, teknik foto produk, dan sebagainya.

"Ada UKM-UKM yang barangnya bagus tapi branding dan packaging, dan sebagainya belum. Kalau misalkan sudah berikutnya soal online itu sendiri. Bagaimana membuat foto produk yang bagus, bagaimana membuat deskripsi barang dan pricing yang menarik," paparnya.



Simak Video "Penuhi Kebutuhan Masyarakat, Kemendag Impor 550 Ribu Ton Gula"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com