Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 11 Des 2019 14:18 WIB

Anggaran Dinas Naik Terus, Apa Hasilnya?

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Foto: Tim Infografis: Zaki Alfarabi
Jakarta - Belanja barang punya porsi yang besar dalam belanja pemerintah pusat. Tak heran, pos ini kerap menjadi sasaran fokus efisiensi.

Sejalan dengan itu, belanja barang memuat anggaran dinas. Anggaran ini terus mengalami kenaikan. Lalu, apa hasilnya?

Mengutip Riset CNBC Indonesia, Rabu (11/12/2019), pada 2019, belanja pemerintah pusat dianggarkan Rp 1.634,34 triliun. Dari jumlah tersebut, Rp 344,64 triliun (21,09%) adalah belanja barang.

Komite Standar Akuntansi Pemerintahan (KSAP) mendefinisikan belanja barang sebagai pembelian barang dan jasa yang habis pakai untuk memproduksi barang dan jasa yang dipasarkan maupun tidak dipasarkan. Belanja barang terbagi tiga, yaitu pengadaan barang dan jasa, pemeliharaan, serta perjalanan. Belanja perjalanan dinas aparatur negara dinilai kurang efisien, tidak jelas hasilnya, dan berbau pemborosan.

"Kita terus menerus dari seluruh standar untuk penggunaan uang negara itu diatur setertib mungkin. Kita tetap coba akomodatif atas kebutuhan berbeda dari kementerian/lembaga atau daerah. Kita terus perbaharui dan perbaiki mulai dari satuan biayanya standarnya, hingga kepantasan. Supaya tidak terjadi satu rombongan begitu banyak," tegas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Jokowi Ingin Produk Unggulan RI Didanai BUMN dan Swasta"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com