Akun itu mengunggah cuitan tentang Tomy yang ternyata ikut dalam penjemputan Airbus A330-900 Neo ke pabrik Airbus Industrie di Toulouse, Prancis. Pesawat yang menjadi skandal penyelundupan Harley Davidson dan Brompton.
"Ini tampang Tomy Tampatti. Ngapain dia di Airbus? Kartu mati dah ini ama ayyy. Pak Polisi dan Pak Bea Cukai Pantengin twit ayyy dong," tulis akun itu sambil menyertai foto Tomy yang tengah berpose di plang bertuliskan Airbus.
"Gank Pembegal Sekarga Lagi ngapain yah di Airbus? Kondangan? Gak Mungkin. Arisan? Gak Mungkin Juga. Habis apa? Yang JELAS MELAKUKAN PELANGARAN HUKUM TITIK," cuitnya lagi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keberangkatan kami itu manajemen memang benar mengajak. Jadi ada perwakilan untuk ikut dalam penjemputan itu karena solidaritas kita," tuturnya di Pulau Dua Restoran, Jakarta, Kamis (12/12/2019).
Tomy pun tak menampik memiliki kedekatan dengan direksi. Dia menyebutnya sebagai kemitraan.
"Itulah sebenarnya saya sekalian klarifikasi kepada rekan-rekan, kedekatan kami dengan manajemen itu kemitraan. Bagaimana kedekatan itu untuk menjaga kelangsungan Garuda. Bukan dalam pengertian negatif," tegasnya.
"Dalam rakor saja, serikat saja dilibatkan untuk dimintai masukan. Sekarang kemitraan positif ini membangun Garuda, dipelintir di lapangan. Tapi biarlah inilah negara kita apapun dipelintir," tambahnya.
Terkait maksud diajaknya serikat pekerja ke kantor Airbus, Tomy mengatakan bahwa hal itu untuk memberikan pengetahuan tentang Airbus.
"Kami berani untuk declare semua saya kemarin ditanya bawa apa, saya bilang bawa coklat diperiksa oleh bea cukai diperiksa juga," tutupnya.
(das/dna)











































