Ini Rahasia MRT Jakarta punya Kinerja Kinclong Selama Beroperasi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Jumat, 13 Des 2019 22:00 WIB
Foto: Mindra Purnomo/Infografis
Jakarta - Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta telah sembilan bulan beroperasi. Hingga kini kinerja mentereng dicatatkan MRT Jakarta, target penumpang 65 ribu per hari saja terlampaui hingga mendekati 90 ribu per hari.

Yang unik, pendapatan non tiket yang berasal dari iklan, penamaan stasiun, retail yang sebelumnya diasumsikan hanya menambah pemasukan maksimum 50% dari pendapatan tiket, justru berhasil menjadi berlipat-lipat jumlahnya.

Business Development Director MRT Jakarta, Ghamal Peris mengatakan ada beberapa gebrakan drastis yang dilakukan di dalam tim bisnis. Perubahan tersebut adalah mengubah mindset alias pola pikir perusahaan menuju ke hasil bukan hanya proses semata.

"Tugas paling berat adalah mengubah mindset korporasi dari yang awalnya berorientasi kepada proses menjadi berorientasi kepada hasil" ujar Ghamal lewat keterangan tertulis kepada detikcom, Jumat (13/12/2019).
Langkah awal yang dilakukan Ghamal adalah mulai merombak tim, melakukan pelatihan coaching value proposition selling hingga menerbitkan aturan yang mewajibkan sales representative untuk melakukan sales visit tiap harinya.

"Proses bisnis harus disesuaikan untuk mencapai hasil yang maksimal. Prinsip yang saya pegang adalah transparansi dan ketidakberpihakan. Saya jelaskan ke tim bahwa kita hanya berpihak kepada yang bisa memberikan revenue terbesar. Just follow the money" ujar Ghamal.

Gebrakan ini dinilai cukup signifikan, hasil penjualan meningkat di berbagai lini bahkan ada yang mencapai lebih dari tiga kali lipat dibandingkan metode yang sebelumnya. Bahkan, capaian pendapatan non tiket MRT juga diakui oleh salah satu lembaga internasional.

"Dalam salah satu pertemuan regional di Bangkok, mereka heran melihat pendapatan non tiket bisa melampaui pendapatan tiket. Karena mereka cukup paham dengan kinerja operator berbasis rel yang ada di negara tetangga seperti Malaysia, Filipina dan Thailand," kata Gamal.