Berita Terpopuler Sepekan

Kisah Pahit Garuda, Terbelit Harley Ilegal hingga Dituding Ada Germo

Tim detikFinance - detikFinance
Sabtu, 14 Des 2019 11:00 WIB
Pesawat Garuda Indonesia/Foto: Dok. Airbus
Geger tudingan germo di Garuda Indonesia muncul setelah Vice President (VP) Awak Kabin PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Roni Eka Mirsa mengadu ke polisi. Pejabat Garuda ini melaporkan akun @digeeembok karena menyebut dirinya germo.

Menurut polisi pelapor merasa nama baiknya dicemarkan akun tersebut. Pengaduan itu disampaikan Kasat Reskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta AKP Alexander Yurikho.

Laporan itu disebut Alex dibuat dengan pasal pencemaran nama baik.

"Terkait merasa dicemarkan nama baiknya pelapor," jelas Alex kepada detikcom Rabu (11/12/2019)

Akun @digeeembok diketahui menyebut Roni Eka sebagai germo. Selain Roni Eka, akun itu menyeret nama-nama bos Garuda lain dalam cuitannya.

"Gerombolan Ari Akshara, Heri Akhyar dan Roni Eka Mirsa adalah TRIO LENDIR. Roni Eka Mirsa aka 'PROVIDER' paham banget manfaatin celah Pramugari untum jadi santapan direktur atau setoran ke Pejabat," tulis akun @digeeembok.

"Germo Jahat bernama: Roni Eka Mirsa," tulis @digeeembok di cuitan lainnya.

Kasus ini menyedot perhatian publik. Bahkan Menteri BUMN Erick Thohir dan Presiden Joko Widodo ikut buka suara menanggapi tudingan germo di Garuda Indonesia.

Erick mengatakan masalah tersebut bukan domain Kementerian BUMN. Dirinya mengatakan itu menjadi wewenang aparat hukum.

"Gini lah, kalau soal amoral seperti itu kan pasti nanti prosesnya bukan di saya. Tapi itu nanti mungkin hukum yang lain ya, itu mungkin di kepolisian. Kalau saya kan lebih korporasi," kata dia ditemui di Kompleks Istana, Jakarta Pusat, Rabu (11/12/2019).

Sedangkan Jokowi menilai masalah dugaan eksploitasi pada pramugari Garuda Indonesia bukan lagi urusan BUMN melainkan pihak Kepolisian.

Hal itu diungkapkan disela-sela meninjau pembangunan proyek lintas rel terpadu (LRT) Jabodebek, Kamis (12/12/2019).

"Itu bukan urusan BUMN lagi. Itu urusan polisi," kata Jokowi.

Simak Video "Perusahaan Penerbangan Indonesia Kurangi Jumlah Pesawat"
[Gambas:Video 20detik]

(hns/hns)