Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Des 2019 14:17 WIB

Penyetopan Ekspor Nikel RI Digugat Eropa, Jokowi: Suka-suka Kita!

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Jokowi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanggapi gugatan Uni Eropa karena Indonesia membatasi ekspor nikel. Bahkan mereka sampai melaporkan RI ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Jokowi tak mau ambil pusing. Menurutnya kebijakan pembatasan ekspor nikel merupakan hak Indonesia.

"Barang-barang kita, nikel-nikel kita, mau kita ekspor mau ndak kan suka-suka kita, ya nggak?," kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (16/12/2019).

Hal itu dia sampaikan dalam Pembukaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.


Dirinya mengaku tak takut dengan gugatan Uni Eropa. Menurutnya itu akan dihadapi.

"Kita ini kan hentikan ekspor nikel ore ke luar. Ini sudah digugat sama Uni Eropa. Gugat di WTO. Kalau defisit transaksi berjalan, defisit neraca perdagangan kita sudah beres siapapun gugat kita hadapi. Tapi ini sudah kita hadapi, ngapain kita takut," jelasnya.

Dia menerangkan bahwa nikel hanyalah permulaan. Nantinya Indonesia akan mulai mengerem ekspor bauksit. Tujuannya untuk diolah di dalam negeri dengan memberikan nilai tambah. Jadi tidak hanya diekspor sebagai barang mentah.

"Ini satu satu, nikel dulu. Nanti kita siap bauksit, bauksit setop. Ini nggak sekarang lah, kita atur. Ritmenya kita atur jangan sampai kita nanti digugat nikel, digugat bauksit, digugat batu bara, digugat semuanya. Satu-satu. Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan," tambahnya.



Simak Video "Resmi! Indonesia Setop Ekspor Nikel Tahun Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com