Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 17 Des 2019 17:09 WIB

Modus Penyelundupan Moge dan Mobil Mewah: Dilaporkan Jadi Batu Bata

Hendra Kusuma - detikFinance
Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan membongkar penyelundupan 54 kendaraan mewah. Kendaraan tersebut berupa 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor mewah dalam bentuk rangka dan mesin.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan modus yang digunakan dalam kasus penyelundupan ini dengan memalsukan dokumen impor. Salah satu yang dicantumkan adalah dengan menyebut barang tersebut sebagai batu bata.

"Berbagai modus digunakan dalam tangkapan kali ini. Importasi kendaraan diberitahukan dalam dokumen sebagai batu bata, suku cadang mobil, aksesoris, dan perkakas," kata Sri Mulyani di Terminal Petikemas Koja, Jakarta Utara, Selasa (17/12/2019).

Sebanyak 54 kendaraan mewah ini merupakan penyelundupan sejak 2016-2019 dan masuk ke dalam tujuh kasus impor bermasalah di Pelabuhan Tanjung Priok. Adapun perkiraan total nilai seluruh kendaraan penyelundupan kurang lebih mencapai Rp 21 miliar dan potensi kerugian negara sekitar Rp 48 miliar.

"Berdasarkan informasi masyarakat yang ditindaklanjuti dengan proses analisis terhadap inward manifest, dicurigai adanya pemberitahuan yang tidak benar karena terdapat keanomalian antara netto weight barang dengan jenis barang yang diberitahukan," ujarnya.

Untuk memastikan jenis barang yang sebenarnya, kata Sri Mulyani, petugas melakukan hi-co scan kontainer dan mendapati barang yang diimpor berupa kendaraan roda empat. Untuk selanjutnya petugas melakukan pemeriksaan fisik secara menyeluruh.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menyebut ada tujuh perusahaan yang terlibat dalam kasus penyelundupan kendaraan mewah ini, yaitu PT SLK, PT TJI, PT NILD, PT MPMP, PT IRS, PT TNA, dan PT TSP.

"Perusahaan-perusahaan tersebut mengimpor mobil dan motor mewah dari negara Singapura dan Jepang," ungkapnya.

Berdasarkan data DJBC Kementerian Keuangan, dengan manifest tertanggal 29-09-2019, PT SLK kedapatan menyelundupkan mobil Porsche GT3RS dan Alfa Romeo dari Singapura dengan total perkiraan nilai barang mencapai Rp 2,9 miliar namun pemberitahuannya hanya dinyatakan sebagai refractory bricks.

Potensi kerugian negara yang disebabkan mencapai Rp 6,8 miliar, sementara itu hingga saat ini terhadap barang yang diimpor oleh PT SLK masih terus dilakukan penelitian oleh DJBC.

PT TJI kedapatan menyelundupkan Mercedez Benz, BMW tipe CI33O model GH-AU30, BMW tipe CI330 Series E46, Jeep TJ MPV, mobil Toyota Supra, mobil Jimny, 8 rangka motor, 8 mesin motor, dan motor Honda Motocompo dari Jepang dengan total perkiraan nilai barang mencapai Rp 1,07 miliar.

Sementara itu, dokumen manifest tertanggal 29-07-2019 hanya menyatakan barang yang diimpor adalah front bumper assy, rear bumper, door assy, dashboard assy, dan engine hood. Potensi kerugian negara dari kasus ini mencapai Rp1,7 miliar.

Berkas perkara atas kasus ini telah lengkap dan seorang berinisial SS telah ditetapkan sebagai tersangka.

Daftar barang lainnya di halaman berikutnya

Penindakan mobil dan motor mewah Penindakan mobil dan motor mewah Foto: Hendra Kusuma

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Nasib Omnibus Law Kini di Tangan DPR"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com