Moge dan Mobil Mewah Disebut Batu Bata, Menhub: Modus Licik!

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 17 Des 2019 17:33 WIB
Moge dan Mobil Mewah Disebut Batu Bata, Menhub: Modus Licik
Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan penyelundupan motor gede (moge) dan mobil mewah memakai modus yang sangat licik. Pasalnya, perusahaan memalsukan nama barang yang diimpor.

Ditjen Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan membongkar 7 kasus penyelundupan yang terbukti ada 54 kendaraan mewah. Di mana ada 19 unit mobil mewah dan 34 motor mewah.

"Kita tidak boleh main-main, kami akan menambah tim Kemenhub untuk melakukan pengamatan terhadap kemungkinan penyelundupan yang meningkat seiring gaya hidup hedonisme. Modus ini sangat licik dengan mengatakan ini batu bata," kata Budi Karya di Terminal Petikemas Koja, Jakarta Utara, Selasa (17/12/2019).


Tujuh perusahaan yang terbukti melakukan penyelundupan motor dan mobil mewah ini memalsukan dokumen impor. Di mana barang mewah ini disebut sebagai batu bata, suku cadang mobil, aksesoris, dan perkakas.

"Saya sangat mengapresiasi apa yang sudah dilakukan. Kami sepakat akan memperketat dan mendukung Bea Cukai melakukan upaya penegakan hukum, kami apresiasi dan siap mendukung apa yang akan dilakukan," jelasnya.

Ke depan, dikatakan Budi Karya, Kemenhub akan meningkatkan kerja sama dengan penegak hukum dalam dal ini Kepolisian dan Kejaksaan untuk mengamankan pelabuhan-pelabuhan kecil khususnya di Pantai Timur Sumatera.

"Karena modusnya semakin banyak, karena dimungkinkan masuk pelabuhan kecil di sepanjang Pantai Timur Sumatera, kami mohon dengan Pak Kapolri membuat tim karena satu kontainer bisa masuk sungai kecil seperti penyelundupan narkoba. Kami saling mendukung kegiatan itu," ungkap dia.



Simak Video "Menhub Imbau Warga Tak Serentak Mudik Pada 27-28 Oktober"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/fdl)