SBY pun 'Jualan' di Korsel

SBY pun 'Jualan' di Korsel

- detikFinance
Senin, 21 Nov 2005 10:21 WIB
Busan - Pertemuan dengan Kadin Korsel tidak dilewatkan begitu saja oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk 'berjualan'. Apa saja 'jualan' SBY di depan para pebisnis Korsel itu.Salah satu yang dipromosikan oleh Presiden SBY adalah berkaitan dengan tewasnya gembong teroris Azahari yang dikatakan membawa pengaruh positif bagi stabilitas keamanan Indonesia. Stabilitas keamanan itu menurut SBY merupakan suatu kondisi yang sangat dibutuhkan dalam menciptakan iklim usaha yang aman dan nyaman. Investor asing tidak perlu risau akan kemungkinan terjadinya lagi serangan teroris"Memang masih ada rekan otak aksi peledakan itu yang masih buron. Tapi aparat keamanan kami terus berkerja sepanjang hari untuk menangkap mereka," janji SBY.Demikian lapran wartawan detikcom Luhur Hertanto dari Busan, Korsel, Senin (21/11/2005).Dalam kesempatan tersebut, SBY didampingi oleh Menlu hasan Wirajuda, Mendag Mari Elka Pangestu dan Ketua Kadin MS Hidayat. Sekitar 50 anggota Kadin Korsel menghadiri forum tersebut.Kepala Negara menjelaskan indikasi makin membaiknya stabilitas keamanan dan politik di Indonesia dapat dilihat dari kesuksesan pemerintah menyelesaikan konflik bersenjata yang berkepanjangan di Aceh secara damai. SBY berpromosi, iklim investasi di wilayah NAD kini tidak kalah menarik dibanding provinsi lainnya."Saya mengundang Anda semua, mengikuti Infrastruktur Summit II yang akan kami gelar pada Januari 2006," undang SBY.Namun SBY kemudian menambahkan, bahwa hal tersebut tidak berarti hanya sektor infrastruktur saja yang tersedia bagi investor. Banyak sektor lain yang tidak kalah menarik dan sesuai dengan karakter perusahaan Korsel yang sangat terkenal kuat dalam bidang IT.SBY juga menjelaskan, saat ini pemerintah dan DPR tengah menggodok sebuah RUU mengenai Perpajakan dan Investasi. Menurutnya, kedua aturan baru itu memberi banyak peluang bagi dunia usaha."Kami pro-rakyat miskin, kami pro-pemerataan. Dan kami juga pro-bisnis. Karena hanya dunia usaha bisa ciptakan lapangan kerja yang pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat," jelasnya.Menyinggung faktor korupsi dan pungutan liar yang merupakan penyebab utama ekonomi berbiaya tinggi, SBY menegaskan pemerintah terus mengupayakan perbaikan. Yakni dengan menggalakkan pembangunan good corporate government."Yakinlah, kami terus berupaya memperbaiki diri. Tanamkan investasi Anda sekrang juga. Bukan nanti. Karena saat ini tersedia banyak peluang terbaik bagi Anda," kata SBY menutup sambutannya. (qom/)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads