Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Des 2019 07:48 WIB

Tipu-tipu Moge dan Mobil Mewah Selundupan

Hendra Kusuma - detikFinance
Tipu-tipu Moge dan Mobil Mewah Selundupan. Foto: Hendra Kusuma
Jakarta - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan kembali membongkar aksi penyelundupan motor gede (moge) dan mobil mewah. Aksi ini tercatat sudah dilakukan sejak 2016 hingga 2019.

Modus yang digunakan para pelaku pun beragam, salah satunya adalah memalsukan nama barang. Ada tujuh perusahaan yang ditetapkan sebagai pelaku. Salah satunya menyebut motor dan mobil mewah itu sebagai batu bata.

Kerugian negara pun ditaksir mencapai ratusan miliar dari aksi tersebut. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengaku telah meminta bantuan Singapiura untuk memberantas aksi penyelundupan. Bagaimana kisahnya?

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali membongkar kasus penyelundupan motor Harley Davidson dan mobil mewah. Seluruh barang selundupan ini berhasil digagalkan oleh Ditjen Bea dan Cukai.

"Hari ini kita undang di pelabuhan dalam rangka menyampaikan penjelasan kinerja Bea Cukai berkolaborasi dengan seluruh instansi dalam lakukan penertiban terutama kendaraan bermotor di Tanjung Priok. Kami sampaikan statistik seluruh penyelundupan mobil dan motor mewah seluruh Indonesia. Di depan ini sebagian contoh motor yang diselundupkan melalui kontainer, kata Sri Mulyani di Terminal Petikemas Koja, Jakarta Utara, Selasa (17/12/2019).

Berdasarkan data Ditjen Bea dan Cukai, sepanjang 2016 sampai 2019 terdapat 54 unit kendaraan mewah yaitu 19 unit mobil mewah dan 35 unit motor mewah dalam bentuk rangka dan mesin dengan merek yang telah disamarkan. Seluruh kendaraan mewah ini masuk ke dalam tujuh kasus yang berhasil dibongkar oleh Ditjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan.

Sri Mulyani bilang, importasi ini dilakukan oleh tujuh perusahaan berbeda. Di mana, perusahaan tersebut mengimpor mobil dan motor mewah dari negara Singapura dan Jepang.

Sebanyak tujuh perusahaan tersebut adalah PT SLK, PT TJI, PT NILD, PT MPMP, PT IRS, PT TNA, dan PT TSP. Adapun perkiraan total nilai seluruh kendaraan penyelundupan kurang lebih mencapai Rp 21 miliar dan potensi kerugian negara sekitar Rp 48 miliar.

Begini modusnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4


Simak Video "Gelar Razia, Petugas Temukan Mobil Mewah Nunggak Pajak 7 Tahun"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com