Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Des 2019 15:38 WIB

Soal Ekspor Benih Lobster, Edhy Prabowo: Ribut di Masyarakat, Silakan!

Pradito Rida Pertana - detikFinance
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo/Foto: Pradita Utama
Sleman - Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo terus mengkaji rencana ekspor benih dan lobster. Menurut Edhy, kemungkinan besar rencana ekspor itu akan tetap berjalan.

"Kalau pun ribut di masyarakat silakan saja ribut, wong nggak ngerti materinya, nggak ngerti urusannya kok tiba-tiba ngomong," ujarnya saat memberi sambutan saat membuka Rapat Kerja Teknis Ditjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) di Hotel Grand Keisha, Jalan Affandi, Gejayan, Desa Condongcatur, Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman, Kamis (19/12/2019).

"Yang dibahas tentang ekspor aja, bukan ekspor tujuan akhir kita, ini (ekspor) salah satu saja. (Karena ada) masalah lain, ini ada izin, aturan Menteri yang menghambat, itu pun tidak langsung saya setop, tidak saya buka (ekspor lobster), saya minta (masukan) ahlinya dulu, (seperti dari) akademisi dan ilmuwan," sambung Edhy.

Menurutnya, pengkajian itu ia lakukan karena melihat ekspor lobster mampu meningkatkan devisa negara. Namun, ia melihat peraturan terdahulu terkesan menghambat upaya untuk menambah devisa negara dari sektor perikanan.

"Ada lobster nggak boleh diekspor, dibudidaya pun tidak boleh, terus mau gimana? Di Permen (Peraturan Menteri Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari Indonesia) itu nggak boleh lho, cuma taruhnya di alam," ujarnya.

"Padahal kalau dia (benih lobster) hidup di alam tidak lebih dari 1 persen, bapak ibu sekalian," imbuh Edhy.

Karena itu, Edhy menyebut ekspor benih lobster ke depannya perlu dilakukan. Mengingat saat ini belum banyak yang bisa mengembangbiakkan benih lobster. Namun, jika sudah banyak orang yang mengembangbiakkan lobster maka tidak menutup kemungkinan ekspor untuk menambah devisa negara.

"Kenapa muncul ekspor (benih lobster)? Ekspor ini adalah salah satu wacana, kalau memang tidak ada yang siap mengembangkan (benih lobster) kita buka dulu," katanya.

Selain itu, Edhy menyebut saat ini masih banyak upaya penyelundupan benih lobster.

"Toh, penyelundupan terjadi di mana-mana, saya jadi Menteri sepekan saja sudah ada 2 penyelundupan (benih lobster), satu (penyelundupan senilai) Rp 38 miliar dan satunya Rp 8 miliar, dan ini terus berlangsung," ucapnya.

Menteri Edh menyebut ekspor benih lobster bermanfaat untuk masyarakat. Langsung klik halaman berikutnya

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com