Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 20 Des 2019 12:46 WIB

Lantik Pejabat Kemenkeu, Sri Mulyani: Akhir Tahun Kita Tidak Libur

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Vadhia Lidyana/detikcom
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati siang ini melantik pejabat anggota Komite Pengawas Perpajakan, pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dawn fungsional di lingkungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Dalam pelantikan tersebut, Sri Mulyani mengingatkan para pejabat bahwa di akhir tahun ini lingkungan Kemenkeu harus tetap bekerja seperti biasa dan tidak libur.

"Kita tidak libur pada akhir tahun ini, seperti biasa. Karena kita perlu mengelola keuangan negara APBN sampai hari terakhir di tahun 2019," kata Sri Mulyani di Gedung Dhanapala, Jakarta, Jumat (20/12/2019).

Selain itu, ia juga meminta para pejabat Kemenkeu baik eselon I, II, III, dan IV, terutama di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk waspada akan serbuan barang impor dan barang ilegal jelang penutupan tahun 2019.

"Kita harus mampu menjaga perekonomian kita akan tetap bisa tumbuh kompetitif, tidak tertutup dan in-efisien, tapi tetap terbuka kompetitif. Namun, tetap waspada terhadap serbuan baran-barang yang sifatnya ilegal, maupun barang-barang yang melalui proses produksi yang tidak fair playing field," tegas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.


Dalam hal ini, Sri Mulyani juga mengacu pada perang dagang yang menyebabkan ekspor melemah, namun impor meningkat.

"Saya ingin juga sampaikan pesan bapak Presiden untuk kita menjadi penjaga perekonomian dari serbuan barang-barang impor akibat terjadinya perang dagang. Dan ekspor juga melemah dan kita di sisi lain dihadapkan pada serbuan barang ilegal," imbuh Sri Mulyani.

Untuk itu, ia meminta agar pejabat Ditjen Bea dan Cukai meningkatkan sinerginya dengan pejabat di Ditjen Pajak.

"Baik pejabat pusat, kanwil, dari faktor pelayanan harus ditingkatkan baik didukung dari sistem data, joint audit, dan joint investigasi. Sehingga mendapatkan kepastian dari sisi wajib pajak, juga dari sisi kemampuan kita memperoleh penerimaan yang baik, serta menegakkan peraturan secara lebih konsisten," tutupnya.



Simak Video "Sri Mulyani Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa -0,4%"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com