Triwulan III-2005
PDB Indonesia Hanya Tumbuh 5,34%
Senin, 21 Nov 2005 15:50 WIB
Jakarta - Pertumbuhan PDB Indonesia selama triwulan III-2005 mencapai 5,34 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut berarti melemah dibandingkan dua triwulan sebelumnya. Lonjakan harga minyak dan terus membumbungnya suku bunga menjadi pemicunya.Pada triwulan I-2005, laju pertumbuhan PDB Indonesia secara yoy sebesar 6,12 persen, dan pada triwulan II-2005 secara yoy mencapai 5,84 persen."Jadi ada perlambatan laju ekonomi. Hal ini disebabkan terutama karena menurunnya kinerja bebarapa sektor ekonomi," kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Slamet Sutomo, dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Senin (21/11/2005).Slamet menjelaskan, faktor-faktor kurang kondusif yang menyebabkan kinerja ekonomi Indonesia melambat antara lain kenaikan harga minyak dunia dan kenaikan suku bunga perbankan di luar negeri. Sebagai akibatnya, kinerja ekonomi Indonesia pun terkena dampaknya seperti adanya kenaikan harga BBM dan tarif listrik untuk industri, kenaikan suku bunga serta kenaikan harga BBM untuk masyarakat dan transportasi per 1 Oktober 2005.Faktor lainnya adalah keterlambatan pencairan bujet pemerintah selama triwulan I dan II 2005 yang berdampak pada peningkatan pengeluaran pemerintah pada triwulan III-2005. Pemicu melemahnya pertumbuhan PDB lainnya adalah program biaya operasional sekolah (BOS), yang beberapa di antaranya masih harus ditanggung oleh pemerintah sehingga ada pengurangan biaya sekolah yang ditanggung oleh siswa. Untuk laju pertumbuhan ekonomi pada triwulan III-2005 sebesar 2,87 persen secara kuartal per kuartal (q to q). Dan secara kumulatif, laju pertumbuhan mencapai 5,76 persen. Slamet optimistis pada triwulan IV pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5 persen secara yoy. Perlambatan laju pertumbuhan ekonomi yoy disebabkan oleh karena melambatnya laju pertumbuhan pembentukan modal tetap bruto dari 14,5 persen pada triwulan II-2005 menjadi 9,18 persen pada triwulan III-2005. Dan juga laju pertumbuhan ekspor yang melambat dari 12,69 persen pada Triwulan II-2005 menjadi 3,39 persen pada triwulan III-2005.PDB Indonesia selama tiga triwulan pertama tahun 2005 sudah mencapai Rp 2.012,4 triliun, atau meningkat dibandingkan tahun 2004 sebeasr Rp 1.703 triliun.
(qom/)











































