Follow detikFinance Follow Linkedin
Minggu, 22 Des 2019 17:45 WIB

Radikalisme Masuk Kemenkeu, Sri Mulyani: Bagaimana Bisa Sinergi?

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Erwin Dariyanto/detikcom
Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berupaya menangkal radikalisme di institusi yang dipimpinnya. Pasalnya gejala tersebut sudah mulai terlihat dengan munculnya sikap eksklusivitas dan intoleransi.

Bukannya tanpa alasan, kondisi tersebut dikhawatirkan bisa mengganggu kekompakan antar pegawai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Bagaimana Kementerian Keuangan bisa bersinergi kalau muncul kotak-kotak tadi dari praktik keagamaan yang sifatnya eksklusif memunculkan sikap intoleran," kata dia di Ritz-Carlton, Pasific Place, Jakarta Selatan, Minggu (22/12/2019).



Hal itu disampaikannya dalam acara Perempuan Hebat untuk Indonesia Maju yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Kegiatan tersebut dibuka oleh Megawati.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu melihat eksklusivitas dan intoleransi mulai tampak di jajaran pegawainya. Itu dinilai bakal mengganggu kerekatan antar ASN di Kemenkeu yang jumlahnya puluhan ribu.

Menurutnya, jajaran di Kemenkeu juga punya peranan menjaga keseimbangan antara profesionalisme, integritas dan tugas sebagai perekat bangsa.

"Eksklusivitas dan intoleransi di Kemenkeu yang sudah mulai kelihatan dan itu mengganggu dari sisi kerekatan. Padahal Kementerian Keuangan itu 87 ribu adalah organ yang merupakan perekat bangsa," tambahnya.



Simak Video "Nasib Omnibus Law Kini di Tangan DPR"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com