Bikin Sri Mulyani Waswas, Radikalisme Bisa Berdampak ke Ekonomi RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 23 Des 2019 06:57 WIB
Foto: Dok. Didiet Maulana

Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah menjelaskan, radikalisme di birokrasi berkaitan dengan layanan publik. Menurutnya, masuknya paham radikalisme akan berpengaruh pada kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah.

"Dampaknya tentu menyangkut kepercayaan publik, karena publik menjadi untrust menjadi tidak percaya kepada yang namanya negara, oleh karena menjadi seolah perlawanan menjadi negara. Padahal dia sendiri ASN (PNS) yang harus melayani masyarakat," katanya kepada detikcom.

Menurutnya, jika PNS terpapar radikalisme maka punya kecenderungan mengutamakan golongannya atau orang-orang yang sepemikiran. Hal itu akan memperlambat layanan birokrasi dan perizinan. Dengan begitu akan berpengaruh pada investasi dan perekonomian.

"Kemudian ada dampak ekonomi tentu, berupa apa, karena kecepatan layanan publik penghambatan tentu kemudian dampak ekonomi ada perlambatan di sisi ekonomi, soal perizinan, sampai persoalan investasi," ujarnya.

Padahal, kata dia, investasi merupakan bagian penting dalam perkembangan sebuah negara.

"Investasi ini mau nggak mau kan memang bagian dari tumbuhnya sebuah negara ke depan, bahwa investasi sangat dibutuhkan dalam rangka pembangunan negara, sehingga ekonominya sangat kental di situ" tutupnya.

Halaman


Simak Video "Sri Mulyani Akui PSBB Jadi Biang Kerok Ekonomi RI Minus"
[Gambas:Video 20detik]

(ang/ang)