China Akan Pangkas Tarif Impor Daging Babi Beku

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 23 Des 2019 14:23 WIB
Foto: iStock/YouTube Daud Kim
Jakarta - China akan memangkas tarif impor untuk 850 produk pada 1 Januari mendatang. Produk impor ini termasuk daging babi beku, alpukat hingga sejumlah barang jenis semikonduktor.

Mengutip CNBC, langkah ini dilakukan untuk meningkatkan impor di tengah melambatnya perekonomian akibat perang dagang dengan Amerika Serikat (AS).

Tarif impor sementara itu disebut lebih 'ramah' terhadap negara yang menjadi mitra dagang China. Kementerian Keuangan Chian menyebutkan impor ini juga untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri. "Perubahan tarif ini untuk meningkatkan impor produk yang sudah berkurang di China atau barang asing untuk konsumsi sehari-hari," tulis Kemenkeu China dikutip dari CNBC, Senin (23/12/2019).

Pemerintah China menyebut, tarif impor untuk daging babi beku akan dipangkas menjadi 8% dari sebelumnya 12%. Hal ini karena mulai langkanya pasokan daging babi akibat penyakit mematikan babi-babi di peternakan China.


Wabah flu babi Afrika ini terjadi sejak Agustus tahun lalu hingga mengurangi pasokan dan membuat harga babi melonjak tinggi.

Amerika Serikat (AS) dan China saat ini memang berupaya untuk menurunkan tensi dagang yang terjadi beberapa waktu terakhir. Pada perjanjian tahap pertama, nantinya China akan membeli banyak produk pertanian dari AS.

Pada November tahun ini kebutuhan daging babi di China mencapai 229.707 ton naik 150% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain daging babi, China juga akan menurunkan tarif impor untuk ferroniobium yang digunakan untuk pembuatan jaringan pipa minyak, gas, mobil sampai truk.



Simak Video "Bikin Penasaran, Babi Liar 'Nempel' ke Warga-Tak Mau Kembali ke Hutan"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)