Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 26 Des 2019 07:31 WIB

Kaleidoskop 2019

Giant Tutup 7 Gerai Sepanjang 2019

Vadhia Lidyana - detikFinance
Foto: Danang Sugianto

Komentar Pemerintah dan Ultimatum BEI Soal Giant Tutup

Fenomerna penutupan 7 gerai Giant sepanjang 2019 juga disoroti pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian periode 2015-2019, Darmin Nasution misalnya. Darmin menyebutkan, persaingan usaha yang ketat menyebabkan gugurnya toko ritel. Belum lagi toko ritel sendiri memang banyak bentuknya.

"Itu namanya persaingan antara peritel, ada peritel ini ada peritel model begitu. Wajar itu, kan peritel itu ada macam modelnya, ada yang bentuknya (department) store, ada yang mart," ungkap Darmin di kantornya, Senin (24/6/2019).

Darmin menegaskan apabila ada yang menutup gerai, artinya usaha tersebut kalah. Darmin mengatakan kekalahan merupakan hal biasa dalam sebuah kompetisi, hal tersebut tidak perlu dirisaukan.

"Artinya itu hasil dari persaingan, namanya pasar, kalau ada yg kalah dalam persaingan, hal itu normal, jangan dirisaukan," tegas Darmin.

Sementara itu, Menteri Perindustrian periode 2016-2019, Airlangga Hartarto mengungkapkan pemerintah tengah membahas penyebab perusahaan ritel yang berguguran di Indonesia. Dalam hal ini Airlangga menyoroti supermarket Giant yang menutup 7 gerainya.

"Ya tentu kita lihat pembahasan terkait industri padat karya ini supaya bisa terus berkembang. Nah itu persoalannya apa, ini sedang ditangani satu per satu," kata Airlangga di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Senin (24/6/2019).

Adapun, kata Airlangga, komunikasi lintas kementerian pun sudah dilaksanakan, khususnya mengenai bagaimana program-program yang mendukung daya beli masyarakat yang tentunya menjadi pondasi pemasukan supermarket di Indonesia.

"Kalau itu bisa didorong, maka daya beli masyarakat akan terangkat," jelas dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan periode 2014-2019, Hanif Dhakiri memberikan komentar mengenai toko ritel yang makin berguguran. Menurutnya, perubahan teknologi dan informasi menjadi salah satu penyebab utamanya.

"Secara umum perubahan teknologi yang masif ini, pasti akan berdampak pada pengurangan kesempatan kerja di sejumlah sektor. Tapi akan menciptakan kesempatan-kesempatan baru," kata Hanif.

Untuk para tenaga kerja sendiri Hanif mengatakan bahwa mempersiapkan skill di tengah perubahan-perubahan tersebut sangat penting.

"Yang hilang dan yang tumbuh akan selalu muncul, yang penting bagaimana kita bisa mempersiapkan skill yang baik di tengah perubahan," kata Hanif.

Lebih lanjut, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) meminta Hero selaku pengelola Giant memberikan keterbukaan informasi atas penutupan gerai-gerai itu. BEI telah mengirimkan surat kepada Hero.

"Informasi yang kami peroleh sekitar hari Minggu, kami sudah langsung meminta penjelasan ke mereka. Kita sampaikan hari Senin kemarin dan saat ini lagi menunggu penjelasan," kata Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna Setia di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (26/6/2019).

BEI sendiri memberikan tenggat waktu untuk manajemen menjelaskan melalui keterbukaan informasi 3 hari setelah surat itu dikirimkan. Sehingga tenggat waktu manajemen habis esok hari.

"Senin jangan dihitung, kan argonya begitu kan mereka persiapan. Tapi kita sampaikan ke mereka informal, kita telpon Corsec nya untuk bisa menyampaikan tanggapannya segera," ujarnya.

BEI sendiri meminta kepada manajemen menjelaskan penutupan gerai itu agar pelaku pasar mengetahui kondisi keuangan perusahaan yang sebenarnya. Selain itu pelaku pasar juga butuh mengetahui tentang going concern perusahaan saat ini.

"Untuk case tertentu kita lihat dari sisi keseluruhan perusahaan. Namun, sekali terjadi penutupan gerai, langsung kita minta penjelasan. Itu strategi manajemen, tapi itu sah sah saja," tutupnya.

Bagaimana nasib karyawan, apakah kena PHK?
Selanjutnya
Halaman
1 2 3 4 5
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com