Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Des 2019 15:10 WIB

Susul Semarang, Jepara Daerah Paling Diminati Investor di Jateng

Angling Adhitya Purbaya - detikFinance
Foto: Angling Adhitya Purbaya
Semarang - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot peningkatan Penanaman Modal Asing (PMA). Jepang menjadi negara terbesar yang berinvestasi di Jawa Tengah dan Kabupaten Jepara merupakan daerah yang paling diminati investor.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan realisasi investasi PMA mengalami peningkatan sejak tahun 2015. Peningkatan tertinggi terjadi antara 2016 ke 2017 dengan lebih dari 100%.

"Realisasi PMA sebesar Rp 120,47 Triliun dengan 5.465 proyek dan menyerap 347.989 tenaga kerja," kata Ganjar dalam jumpa pers akhir tahun di Bandara Ahmad Yani Semarang, Jumat (27/12/2019).

Dari catatan Pemprov Jateng, negara investor terbanyak pada triwulan ketiga tahun 2019 yaitu Jepang dengan nilai investasi US$ 1.920.000.000. Disusul Korea, China, Singapura dan negara lainnya termasuk dari Eropa.

"Jepang menduduki urutan pertama investasi di Jawa Tengah. Kita dorong negara lain untuk berinvestasi," katanya.


Menurut Ganjar, data yang menarik yaitu Kabupaten Jepara ternyata menduduki posisi pertama tujuan investasi PMA di tahun 2019 dengan nilai investasi US$ 1.180.830 dengan menyerap tenaga kerja lokal 6.448 orang dan 67 pekerja asing. Urutan berikutnya yaitu Kabupaten Batang, kemudian Kota Semarang.

"Realisasi investasi, yang menarik ini malah Jepara," tegas Ganjar.

"Saya ini juga kaget, dugaan saya karena lahannya ada, pemerintah daerah proaktif, terbuka, dukungan masyarakat juga bagus sehingga orang mau datang. Ternyata Jepara leading," imbuhnya.

Sedangkan 3 sektor tertinggi dalam investasi PMA tahun ini di Jateng yaitu sektor Listrik, Gas, dan Air, kemudian sektor industri barang dari kulit dan alas kaki, berikutnya yaitu sektor kendaraan bermotor dan transportasi lain.

Ganjar menjelaskan, tahun depan diharapkan para investor yang masuk ke Jateng bisa lebih mudah. Yaitu melalui deregulasi, dan debirokratisasi.

"Daerah di kabupaten/kota, nanti urusannya adalah perizinan dan tanah. Menyiapkan SDM dengan dengan menyiapkan SMA/SMK di Jawa Tengah, yang dicoba merespon keinginan dari industri. Termasuk, mendesain teaching industry dengan dunia pendidikan," kata Ganjar.



Simak Video "Investasi Terhambat, Kepala BKPM: Ada 'Hantunya'"
[Gambas:Video 20detik]
(alg/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com