Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 27 Des 2019 16:00 WIB

Sengkarut Harley di Pesawat Garuda, Siapa Calon Tersangka?

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Tim Infografis/Luthfy Syahban
Jakarta - Skandal penyelundupan motor Harley Davidson dan sepeda Brompton di pesawat Garuda Indonesia masih berlanjut. Penyidikan yang dilakukan Ditjen Bea dan Cukai mengancam para pelaku penyelundupan dihukum pidana.

Skandal ini menyeret Mantan Direktur Utama Garuda Indonesia I Gusti Ngurah Askhara (Ari Askhara). Menurut Komite Audit Garuda Indonesia salah satu barang yang diselundupkan adalah milik Ari. Tapi belum disebutkan siapa pelaku penyelundupannya?

Lantas siapa sebenarnya pelaku penyelundupan yang terancam dipenjara?

Belum diketahui siapa pelaku penyelundupan sepeda motor Harley Davidson dan Brompton itu.


Tapi Menteri BUMN Erick Thohir memastikan bahwa pemilik kendaraan yang diselundupakn Garuda itu adalah AA yang belakangan diketahui adalah eks Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara.

Erick juga membeberkan kronologi penyelundupan yang juga menyebutkan siapa saja pihak-pihak yang terlibat, dari mulai proses pembelian hingga pengurusan izin dang pengangkutan barang selundupan.

Berdasarkan catatan yang dirangkum detikcom, berikut kronologi masuknya Harley dan Brompton tersebut ke Indonesia:

Tahun 2018
Erick Thohir mengatakan bahwa AA yang merupakan direksi Garuda memberikan instruksi untuk mencari motor klasik Harley Davidson ini sejak 2018.

April 2019
Motor Harley berjenis Shovelhead ini kemudian dibeli pada April 2019.

"Motor tahun 70-an. Pembelian dilakukan pada bulan April 2019. Proses transfer dilakukan di Jakarta ke rekening pribadi finance manager Garuda Indonesia di Amsterdam. Saudara IJ membantu mengurus proses pengiriman dan lain-lain," terang Erick di kantor Kemenkeu, Kamis (5/12/2019).

16 November 2019
Pesawat Airbus A330-900 yang dipesan oleh Garuda bertolak dari Toulouse, Prancis dengan 22 penumpang yang terdiri dari direksi Garuda dan tamu-tamu kehormatan.

17 November 2019
Maskapai tiba di Bandara Soekarno Hatta, Indonesia pada siang hari. Setibanya di bandara, pesawat langsung dibawa ke kawasan GMF. Sri Mulyani mengatakan, pesawat tersebut dinyatakan nihil kargo. Namun, ketika petugas Bea dan Cukai memeriksa lambung pesawat, ditemukan 18 kardus.

Dari 18 kardus tersebut, 15 di antaranya berisikan onderdil Harley bekas dengan claim tag berinisial SAW. Lalu, 3 kardus lainnya berisikan dua unit sepeda Brompton baru dalam keadaan terlipat, dan juga aksesorisnya.

2 Desember 2019
Kabar masuknya Harley dan sepeda Brompton ilegal tersebut mulai tercium awak media. Namun, pihak Garuda belum juga memberi tanggapan hari itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ini Harley-Brompton Ilegal di Garuda yang Rugikan Negara Rp 1,5 M"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com