S&P Turunkan Peringkat Sanyo Electric ke Status Junk

S&P Turunkan Peringkat Sanyo Electric ke Status Junk

- detikFinance
Selasa, 22 Nov 2005 15:18 WIB
Jakarta - Lembaga pemeringkat internasional, Standard & Poor's (S&P), akhirnya menurunkan peringkat jangka panjang Sanyo Electric Co. Ltd ke dalam status junk. Penurunan status itu berkaitan dengan diragukannya rencana restrukturisasi perusahaan elektronik terkemuka Jepang itu.S&P dalam penjelasannya seperti dikutip dari Reuters, Selasa (22/11/2005) menyatakan telah menurunkan peringkat korporasi Sanyo dari "BB" menjadi "BBB-". Selain itu, peringkat obligasi jangka panjang yang tidak dijamin milik Sanyo juga diturunkan dari "BBB-" menjadi "BB+".Hal itu menyebabkan peringkat Sanyo berada di CreditWatch dengan implikasi negatif, yakni adanya kemungkinan penurunan peringkat lebih lanjut.Pada Jumat (18/11/2005) lalu, Sanyo mengumumkan kondisinya di 'garis merah' selama semester I-2005. Secara keseluruhan, pada tahun 2005 Sanyo memperkirakan rugi hingga 233 miliar yen, atau setara dengan US$ 1,96 miliar.Kerugian itu terutama diderita akibat turunnya nilai inventarisasi dan aset lainnya serta provisi untuk kredit-kredit bermasalahnya.Analis S&P, Katsuyuki Nakai menyatakan, kondisi tersebut gagal memberi inspirasi kepercayaan pulihnya kondisi Sanyo. Ia juga mengingatkan, Sanyo kemungkinan perlu mendorong perintah restrukturisasi setelah mengimplementasikan rencana revisinya."Meski mengasumsikan adanya peningkatan modal, namun kami mencemaskan Sanyo Electric tidak akan bisa pulih dan stabil profil keuangannya setelah mempertimbangkan kemungkinan pendapatan yang stagnan dalam jangka waktu yang lama dan biaya restrukturisasi lanjutan," urai Nakai.Sanyo sebelumnya telah mengumumkan rencana tiga tahun yang termasuk di dalamnya adalah PHK 14.000 karyawan, menutup sekitar 20 persen pabrik di Jepang, dan mengurangi setengah utangnya sebesar 1,2 triliun yen.Nakai mengatakan, rasio utang terhadap modal Sanyo kemungkinan bisa meningkat menjadi sekitar 60 persen jika berhasil mendapat suntikan dana 300 miliar yen. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads