Pupuk Langka, Produksi Gabah Turun 20%
Selasa, 22 Nov 2005 18:08 WIB
Jakarta - Kelangkaan pupuk yang dihadapi petani mengakibatkan produksi gabah kering giling (GKG) akan turun 20 persen dari total produksi saat ini sebanyak 54 juta ton.Sulitnya pupuk yang didapat petani ini sebagai imbas dari terhentinya produksi Pupuk Iskandar Muda (PIM) dan kekurangan pasokan gas Pupuk Kujang."Masalah krusial saat ini, harus ada jaminan petani dapat pupuk. Berhentinya PIM dan Pupuk Kujang berdampak pada penurunan produksi 20 persen dari 54 juta ton," kata Ketua Umum Kelompok Tani dan Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Tohir dalam acara halal bihalal KTNA di Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11/2005).Menurut Winarno, kelangkaan pupuk terjadi karena pabrik pupuk harus mendistribusikan pupuknya ke wilayah tanggung jawab PIM di Aceh dan Sumatera Utara. Apalagi jika Pupuk Kujang berhenti produksi, maka pabrik pupuk yang ada harus juga membagi distribusinya ke wilayah Jawa Barat yang membutuhkan 800 ribu ton.KTNA juga menilai perlu adanya kepastian harga pupuk, karena sebelum ada kenaikan harga BBM, hargnya Rp 10.500 per kilogram, namun di beberapa daerah sudah mencapai Rp 12.000 per kilogram."Kita sedang berjuang ada pasokan gas untuk pabrik pupuk, kalau pemerintah tidak mau bantu, maka revitalisasi pertanian hanya retorika," ujar Winarno.KTNA juga berencana mendatangi Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada Rabu besok (23/11/2005), untuk meminta jaminan pasokan gas pabrik pupuk yang jumlahnya hanya 7 persen dari kebutuhan gas nasional."Kalau pemerintah tidak mau dan ngotot untuk ekspor, pilihan terakhir semua aspal di ibukota akan dipenuhi petani. Tampaknya kita harus aktif seperti di Korea agar petani tidak disepelekan," tegas Winaro.
(ir/)











































