Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 30 Des 2019 21:30 WIB

Rencana RI Perketat Impor Susu Lawan Diskriminasi Sawit Masih Lanjut?

Hendra Kusuma - detikFinance
Ilustrasi Susu (Foto: iStock)
Jakarta - Indonesia pernah berencana melawan balik Uni Eropa yang melakukan diskriminasi produk sawit RI lewat bea masuk 8-18% terhadap impor biodiesel Indonesia. Perlawanan yang dilakukan berupa pengenaan tarif bea masuk 20-25% terhadap impor produk olahan susu dari Eropa.

Apa rencana itu masih berlanjut?

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengaku akan mengevaluasi mengenai kebijakan yang disusun Enggartiasto Lukita saat masih menjabat sebagai Menteri Perdagangan tersebut.

"Kita akan evaluasi itu berkaitan dengan WTO dengan sawit," kata Agus di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (30/12/2019).


Kebijakan kenaikan tarif bea masuk untuk susu dan alkohol impor dalam rangka membalas tindakan diskriminatif parlemen Uni Eropa terhadap minyak kelapa sawit (CPO) tanah air.

Evaluasi ini, dikatakan Agus karena pemerintah sangat selektif dalam melakukan kegiatan impor. Jika selama evaluasi kegiatan impor tetap berjalan sesuai dengan persyaratan yang sudah ada.

"Kita akan evaluasi itu seperti yang pernah saya katakan, bahwa kita ini impor akan selektif supaya tidak mengganggu pasar kita juga. Nanti masalah tadi penolakan dan sebagainya kita tetap impor itu sesuai persyaratan yang ada artinya kita tidak berkaitan dengan gugatan kita ke WTO tetap kita laksanakan berkaitan dengan sawit," jelas dia.


Sebelumnya, Menteri Perdagangan Enggartiasto mengatakan, akan memberikan rekomendasi kepada kementerian dan lembaga terkait untuk mengenakan tarif bea masuk terhadap produk susu olahan dari Eropa sebesar 20-25%.

Langkah ini sebagai balasan terhadap kebijakan Uni Eropa mengganjal produk biodiesel Indonesia. Enggartiasto mengatakan, jika Uni Eropa tetap menetapkan bea masuk terhadap biodiesel sebesar 8-18%, maka ia menyarankan para importir produk susu olahan dari Eropa memasok dari negara selain Eropa.

Simak Video "Mendag Sampaikan Doa dari 16 Negara Untuk Wiranto"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com