Bisnis Ritel hingga Logistik Apes Gara-gara Banjir di Jabodetabek

Trio Hamdani - detikFinance
Kamis, 02 Jan 2020 10:38 WIB
Foto: Ari Saputra
Jakarta - Banjir yang melanda Jabodetabek pada Rabu (1/1/2020) melumpuhkan aktivitas ekonomi atau kegiatan bisnis. Sejumlah sektor usaha terdampak bencana tersebut, mulai dari ritel hingga jasa logistik.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menjelaskan, banjir yang melanda Jabodetabek sangat merugikan pengusaha nasional.

"Banjir tentu saja sangat merugikan pengusaha nasional," kata Shinta kepada detikcom Rabu malam, (1/1/2020).


Dirinya menyebut sektor usaha yang paling dirugikan akibat banjir adalah ritel, di mana akses menuju pusat perbelanjaan terkepung genangan air.

"Banyak sentra-sentra ritel yang aksesnya tertutup karena banjir sehingga baik penjual maupun pengunjung tidak beraktivitas," jelasnya.

Bisnis logistik pun ikut lumpuh akibat banjir. Pasalnya jalan-jalan tergenang air dan sulit diterobos untuk mengantarkan barang ke pelanggan.

"Untuk logistik kerugiannya juga tinggi karena tentu saja perusahaan pengangkutan tidak bisa beroperasi kalau sarana transportasi tergenang air," ujarnya.


Untuk sektor perhotelan dampaknya tidak terlalu parah karena umumnya pemesanan hotel sudah dilakukan sebelum memasuki libur akhir tahun. Namun karena banjir membuat kenyamanan tamu hotel terganggu.

"Untuk perhotelan juga relatif sama. Namun, skala dampaknya lebih kecil di sisi sales karena umumnya penjualan hotel sudah terjadi sebelum masa liburan akhir tahun," tambahnya.

Simak Video "Melihat Sisa-sisa Keganasan Dampak Banjir Bandang Sukabumi"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/dna)