Sepeda Motor Srinivashan India Segera Hadir di Indonesia
Rabu, 23 Nov 2005 10:27 WIB
Bangalore - Pangsa sepeda motor bakal semakin kian beragam. Setelah produk Jepang dan Cina atau dikenal dengan mocin, maka sebentar lagi motor dari India bermerek Srinivashan pun bakal segera hadir. Srinivashan merupakan investasi dari perusahaan India, TWS. Rencananya, motor India itu akan dirakit di Bekasi dengan total investasi mencapai US$ 80 juta. Perihal munculnya motor India itu diungkapkan oleh Ketua Kadin MS Hidayat usai mendampingi Presiden Susilo B. Yudhoyono (SBY) bertemu dengan beberapa pengusaha India, di Bangalore, India, seperti dilaporkan wartawan detikcom, Luhur Hertanto."Tadi dari TWS mengatakan akan investasi di sepeda motor merek Srinivashan. Senilai US$ 80 juta dan sedang diproses di Bekasi," ungkap Hidayat.Mengenai hasil pertemuan Presiden SBY dengan pengusaha Korsel di Busan sebelumnya, Hidayat mengungkapkan ada sejumlah investor yang sudah menyatakan komitmen investasinya di Indonesia.Pertama, Korindo yang selama ini sudah investasi di sektor pertambangan, dan perkebunan kelapa sawit sudah bersedia menambah investasinya. "Dia akan ikut membangun infrastruktur kepala sawit di Papua dan Kalimantan Tengah. Nilanya sekitar US$ 300 juta. Selama 25 tahun terakhir nilai investasi Korindo lebih dari US$ 1 miliar," kata Hidayat.Kedua, Korean Highway (KH) yang menyatakan kesediaannya ikut tender atau joint ventures dengan pemenang tender tol, khususnya untuk proyek Cikampek-Cirebon."Pemenang tender proyek itu dulu tidak well performance. Mau dihentikan saja. Jadi kita sekarang bilang, kalau tidak perform akan diserahkan ke pihak lain atau dicabut," tegas Hidayat.Korean Highway rencananya akan berkunjung ke Jakarta minggu depan untuk bertemu dengan Menteri PU. "Supaya yang dulu menang tender mau bernegosiasi supaya ada win-win solution," tambahnya.Ketiga, SK Corp yang ingin kerjasama dengan Pertamina untuk kilang minyak di Indonesia Timur dan join dalam tender komunikasi dengan PT Telkom. "Mereka sudah tanda tangan MoU untuk ditindaklanjuti," ujarnya.
(qom/)











































