BI Tanggapi Inflasi Terendah Sejak 1998, Positif atau Negatif?

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Jumat, 03 Jan 2020 13:59 WIB
BI Tanggapi Inflasi Terendah Sejak 1998, Positif atau Negatif?
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi 2019 sebesar 2,72%. Angka ini bahkan lebih rendah dari perkiraan Bank Indonesia (BI).

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan angka 2,72% merupakan yang terendah sejak 20 tahun terakhir. Dia mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan inflasi rendah.

"Pertama itu bahwa kapasitas produksi atau pasokan jauh lebih memadai daripada permintaan," kata Perry di Gedung BI, Jakarta, Jumat (3/1/2020).

Perry mengungkapkan, pasokan masih tetap memadai meskipun adanya kenaikan permintaan konsumen. Kemudian koordinasi pemerintah pusat, pemerintah daerah dan BI memastikan ketersediaan pasokan bahan pangan dan keterjangkauan harga.


Hal ini menunjukkan rendahnya inflasi volatile food. "Komoditas barang penyumbang inflasi seperti bawang merah, cabai memang naik sedikit tapi tidak besar," jelas dia.

Selanjutnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang stabil turut mendorong terjaganya inflasi. Sehingga tekanan harga dari eksternal dan global rendah sehingga tak ada kenaikan yang signifikan.

Terakhir, terjaganya ekspektasi harga ke depan. Dalam survei ekspektasi konsumen dan perkiraan inflasi dari berbagai sektor turun mempengaruhi rendahnya inflasi.

"Empat faktor itu membuat inflasi rendah dan terkendali. 2019 alhamdulillah terendah sejak tahun 1999," imbuh dia.



Simak Video "Penyederhanaan Nilai Rupiah alias Redenominasi Nongol Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/fdl)