Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Jan 2020 15:50 WIB

Pasokan Beras ke Cipinang Turun 5.000 Ton Gegara Banjir, Masih Aman?

Anisa Indraini - detikFinance
Beras di Pasar Induk Cipinang/Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Banjir di Jabodetabek menghambat pasokan beras yang datang ke Pasar Induk Cipinang, Jakarta Timur. Penurunan pasokan beras terjadi, namun tidak terlalu signifikan.

Direktur Utama PT. Food Station Tijipinang Jaya Arief Prasetyo mengatakan, stok beras di Pasar Induk Cipinang biasanya mencapai 50.000 ton. Namun hari ini, stok beras yang ada di gudang 45.000 ton.

Artinya, ada penurunan sekitar 5.000 ribu ton.

"Per hari ini (3/1/2020), 45.000 ton. Sebelumnya 50.000 ton. Jadi ada penurunan sekitar 5.000 ton," kata Arief saat dihubungi detikcom, Jumat (3/1/2020).


Walaupun jumlah pasokan beras di Pasar Induk Cipinang menurun, Arief menegaskan stok beras masih aman dari angka minimal yaitu 30.000 ribu ton.

"Pasar Induk Cipinang stok yang kita anggap aman itu 30.000 ton. Jadi stok yang ada di situ harus 30.000 ton. Kalau keluarnya 5, nanti masuk lagi 5. Kalau keluar 10, masuk 10, tapi nggak boleh kurang dari 30.000 ton," ujarnya.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Pasar Induk Cipinang, Herry Awal membenarkan jika ada penurunan pasokan beras di Pasar Induk Cipinang. Hal itu akibat banjir yang melanda sejumlah akses menuju lokasi, termasuk Bekasi yang diketahui sebagai salah satu titik banjir terparah.

"(Pasokan beras berkurang) karena banjir jalan yang menuju ke pasar sini. Kan kemarin tol tertutup Bekasi, jadi berkurang karena yang ada di sana," tuturnya.



Simak Video "Lewat ATM Beras, Kementan Jangkau 1.000 KK Per Hari"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com