Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 03 Jan 2020 16:37 WIB

AS-China Rujuk, Trump bakal Teken Perjanjian Dagang Besar

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Foto: Reuters
Jakarta - AS dan China telah menyelesaikan kesepakatan fase satu terkait perang dagang menjelang akhir tahun 2019 kemarin. Dikabarkan, ke depannya Trump akan segera menandatangani perjanjian ini pada pertengahan Januari mendatang.

Melansir dari NBC News pada Jumat (3/1/2020), Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa ia akan menandatangani tahap pertama dari perjanjian perdagangan antara US dengan China pada 15 Januari mendatang, hal ini disampaikan oleh Trump pada Selasa (31/12/2019). Ini sebagai tindak lanjut rujuknya kedua negara setelah perang dagang yang berlarut.

"Saya akan menandatangani Perjanjian Perdagangan Fase Satu yang sangat besar dan komprehensif dengan China pada 15 Januari," ujar Trump.




"Upacara akan berlangsung di Gedung Putih. Perwakilan tingkat tinggi China akan hadir. Di kemudian hari saya akan pergi ke Beijing di mana (kami) akan memulai pembicaraan Fase Dua!," tambahnya.

Dikatakan, perjanjian setebal 86 halaman itu berisikan komitmen dari China untuk membeli barang-barang AS senilai US$ 200 miliar atau sekitar Rp 2.800 triliun (dengan kurs Rp 14.000/dolar) dan membeli produk pertanian AS senilai US$ 40 miliar atau sekitar Rp 560 triliun. Sebagai gantinya, AS juga akan mulai menghapus beberapa tarif yang sebelumnya telah ditetapkan atas barang-barang Tiongkok.

Berdasarkan kesepakatan itu, Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengatakan bahwa AS akan terus memungut tarif 25 persen untuk sekitar US$ 250 miliar barang-barang impor China, tetapi tarif impor sebesar US$ 120 miliar lainnya akan dikurangi menjadi 7,5 persen.

Perjanjian itu juga akan menghentikan tarif 15 persen pada impor Tiongkok sebesar US$ 156 miliar atau sekitar Rp 2.184 triliun, terutama barang-barang konsumsi seperti mainan, pakaian, dan elektronik, yang telah dijadwalkan mulai berlaku awal bulan ini.



Simak Video "Makin Panas! Trump Pajaki Barang China US$ 300 Miliar"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com