Pertamina Prediksikan Laba Bersih 2006 Naik 2 Kali Lipat

Pertamina Prediksikan Laba Bersih 2006 Naik 2 Kali Lipat

- detikFinance
Rabu, 23 Nov 2005 17:06 WIB
Jakarta - PT Pertamina (Persero) memrediksi laba bersihnya akan meningkat hingga dua kali lipat pada tahun 2006 menjadi sekitar Rp 22,4 triliun. BUMN berlogo kuda laut ini memrediksi laba bersih tahun 2005 mencapai Rp 11,3 triliun."Laba tahun 2005 sebanyak 80 persennya dari industri hulu dan 20 persennya dari industri hilir. Tapi laba tahun 2006 justru terbalik dimana sebagian besar labanya dari hilir," kata Direktur Utama Pertamina Widya Purnama saat pembukaan orientasi wartawan di Kantor Pusat Pertamina Jakarta, Rabu (23/11/2005).Menurut Widya, peningkatan laba itu diperoleh dari perubahan pola pembayaran BBM bersubsidi dari pemerintah ke Pertamina.Mantan Dirut Indosat ini menambahkan, tugas pelayanan publik atau public service obligation (PSO) yang diemban Pertamina dari pemerintah merupakan penyanggah utama dari pendapatan Pertamina. "Tambahan pendapatan yang sebanyak 80 persen tahun 2006 berasal dari penyaluran BBM bersubsidi akibat perubahan pola pembayaran tersebut," katanya.Sesuai Perpres No 17 Tahun 2005 tertanggal 16 November 2005, maka sejak 1 Januari 2006, pola pembayaran BBM bersubsidi dari pemerintah ke badan usaha atau Pertamina tidak lagi menggunakan sistem "cost and fee" namun harga BBM di Mid Oil Platt's Singapore (MOPS) plus alpha.Selama ini, Pertamina memperoleh fee sebesar 40 sen dolar AS per barel yang terdiri dari 20 sen dolar untuk biaya pengolahan dan 20 sen dolar untuk biaya distribusi.Menurut Widya, dengan pola "cost and fee", Pertamina hanya mendapat keuntungan kotor Rp 25 per liter atau Rp 10 per liter BBM. "Keuntungan itu masih dikurangi rugi-rugi seperti rugi kurs, sehingga kita malah rugi dari bisnis menyalurkan BBM bersubsidi," katanya.Namun, dengan pola MOPS plus alpha, menurut Direktur Keuangan Pertamina Alfred Rohimone, jika harga BBM di MOPS mencapai 60 dolar per barel dan alpha sebesar 15 persen, maka Pertamina mendapat ongkos 9 dolar per barel atau Rp 550 perliter BBM."Karena itu, kita perkirakan laba akan meningkat dua kali lipat tahun 2006," tambahnya.Alfred mengatakan, proyeksi laba pada tahun 2006 itu dengan asumsi konsumsi BBM mencapai 60 juta kiloliter yang terdiri dari 41 juta killo liter BBM bersubsidi dan 19 juta BBM non subsidi.Mengenai rencana investasi tahun 2006, Widya mengatakan, Pertamina mengalokasikan dana investasi sebesar Rp 6,3 triliun yang terdiri dari Rp 2,6 triliun dari kegiatan Pertamina dan Rp 3,6 triliun berupa kegiatan ekplorasi dan produksi.Widya juga menambahkan, pada tahun 2005 sebanyak 80 persen pendapatan berasal dari kegiatan usaha di sektor hulu yakni eksplorasi dan produksi, sedang dari kegiatan hilir dari pengolahan hingga distribusi, hanya 20 persen."Sebesar 20 persen pendapatan dari hilir itu bukan berasal dari BBM, namun divisi petrokimia, aromatik dan oli," katanya. (qom/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads