Duo Prabowo Memilih Tetap Cool Saat China Obok-obok Natuna

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 07 Jan 2020 06:28 WIB
Duo Prabowo Memilih Tetap Cool Saat China Obok-obok Natuna. Foto: ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

2. Tak Ada Tawar-menawar Natuna

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sikap Indonesia di perairan Natuna sudah tegas, yakni tetap mengklaim bahwa perairan tersebut masih dalam zona tanah air dan tidak memberikan tawaran kepada pihak China yang belakangan ini klaim sebagai zonanya.

Hal itu diungkapkannya saat membuka sidang kabinet paripurna (SKP) mengenai RPJMN tahun 2020-2024 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

"Berkaitan dengan Natuna, saya kira seluruh statement yang disampaikan sudah sangat baik, bahwa tidak ada tawar-menawar mengenai kedaulatan, mengenai teritorial negara kita," tegas Jokowi.

Edhy mengungkapkan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) akan menjaga kedaulatan negara di Perairan Natuna.

Hal itu menyusul Kapal Coast Guard China memasuki teritori laut Indonesia tanpa izin di wilayah perairan Natuna. Dengan kejadian itu, hubungan Indonesia dan China saat ini sedikit memanas.

"Kami akan ikut koordinasi karena ini menyangkut seluruh kementerian, KKP akan menjaga, melaksanakan tugas," kata Edhy di kantor BPK pusat, Jakarta, Senin (6/1/2020).

Edhy menceritakan bahwa KKP sendiri sudah mendapat instruksi dari Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) dalam menjaga Perairan Natuna. Hasilnya, KKP sendiri sudah berhasil menangkap tiga kapal Vietnam.

Dia pun meminta kepada seluruh pihak agar tidak mudah terpancing dengan permasalahan yang ada di Perairan Natuna. Dia mengaku pemerintah sudah memiliki jurus mengatasi masalah tersebut.

Bagaimana respons Menhan Prabowo?
Selanjutnya
Halaman
1 2 3