Erick Thohir Mau Gabungkan Bisnis Hotel BUMN yang Bejibun

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 08 Jan 2020 09:37 WIB
Foto: Hendra Kusuma-detikFinance
Jakarta - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menyiapkan strategi untuk merapikan bisnis hotel di BUMN. Kementerian sebelumnya mencatat, banyak BUMN yang memiliki bisnis hotel.

Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, hotel-hotel itu akan disatukan dan akan dikelola oleh BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Kalau hotel yang mau disatukan itu rencananya akan dimasukkan ke perusahaan yang sudah IPO, yang sudah di bursa," katanya di Kementerian BUMN Jakarta Pusat, Selasa malam (7/1/2020).

Arya belum menyebut BUMN berstatus terbuka mana yang akan mengelola hotel-hotel ini. Namun, dia bilang, hotel-hotel ini akan dikelola BUMN yang performanya kurang maksimal. Dengan mengelola hotel, ia berharap kinerja perusahaan itu akan membaik.

"Dicari perusahaan Tbk yang cocok dan pas untuk itu dan yang memang selama ini kurang maksimal, diharapkan masuknya, performa perusahaan ini akan naik," terangnya.



Arya juga belum membeberkan skema ambil alih hotel-hotel BUMN ini, apakah akan dilimpahkan atau dibeli BUMN berstatus terbuka tersebut.

Pada kesempatan lain, Arya pernah menyebut, BUMN yang memiliki inti bisnis hotel yakni Inna Group Hotel mengelola belasan jaringan hotel. Namun, BUMN lain rupanya juga mengelola hotel. Tak tanggung-tanggung, Arya mencatat ada 85 hotel yang dikelola BUMN-BUMN tersebut.

"BUMN punya core bisnis namanya Inna Hotel punya 15 atau berapa belas hotel. Tapi kan anda tahu nggak, 85 hotel dimiliki BUMN. Pertamina punya. Malah kemarin ada satu perusahaan finance yang baru menerima permodalan PMN negara namanya PT PANN punya hotel di Bandung besar. Ditanya, apakah itu menguntungkan 'Iya pak itu sekarang membantu kami untuk membayar gaji-gaji," katanya di Novotel Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (10/12/2019).



Erick Thohir Mau Gabungkan Bisnis Hotel BUMN yang Bejibun


Simak Video "Stafsus Erick Thohir: Ada BUMN Tak Berguna dan Tak Tahu Kantornya"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)